Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin saat diwawancarai wartawan di Mapolres Karimun
Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin saat diwawancarai wartawan di Mapolres Karimun (ian)

Karimun, Lendoot.com – Kepolisian Resort (Polres) Karimun kesulitan dalam mengungkap pelaku pencurian kotak amal di Masjid Agung Kabupaten Karimun dan Penikaman penjaga Masjid Agung bernama Safari (40) pada Minggu (4/6/2017) lalu sekira pukul 02.10 WIB.

Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin mengatakan, kondisi masjid yang pada saat kejadian tidak ada orang dan tidak ada CCTv menjadi penyebab sulitnya untuk menemukan pelaku.

“Namanya kita minim petunjuk yang ada di lapangan, tapi saya memberikan keleluasaan kepada anggota Reskrim untuk memecahkan kasus ini. Dan mohon dibantu informasi sekecil apapun yang bisa membantu, namun kita selalu berusaha terus mudah-mudahan kita bisa pecahkan kasusnya,” kata Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin, Kamis (8/6/2017).

Agus menyebut, saat ini pihaknya baru mengambil keterangan dari dua orang saksi, yakni Hairozi dan Naar yang pada saat itu berada di Lokasi kejadian. Agus menyerahkan sepenuhnya kepada anggotanya untuk mengungkap identitas pelaku pencurian dan penikaman tersebut.

“Kita baru mengambil keterangan dari dua orang saksi. Saya tidak menginterfensi terlalu banyak anggota untuk mengungkap identitas pelaku, karena saya ingin mereka fokus dalam mengungkapnya. Ada perkembangan lebih lanjut akan kita kabari dan ekspose,” ujarnya.

Agus mengatakan, dalam pengungkapan identitas pelaku, pihaknya memberdayakan siapa saja yang bisa memberikan informasi. Seluruh satuan juga telah dikerahkan untuk membantu mengejar pelaku.

“Kita minta saling membantu, apabila masyarakat ada mendapatkan informasi silahkan berikan kepada kita. Yang saya inginkan juga peran aktif masyarakat juga,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, seorang penjaga Masjid, Safari (40) ditikam oleh oknum tak dikenal yang ingin melakukan percobaan pencurian kotak amal di Masjid Agung Jalan Poros Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (4/6/2017).

Kejadian berlangsung sekitar sekira pukul 02.10 WIB, korban diduga ditikam menggunakan obeng yang digunakan pelaku saat hendak mencongkel kotak amal di dalam masjid tersebut. Namun meski sudah dilakukan tranfusi darah hingga empat kantong nyawa tidak bisa diselamatkan. Korban meninggal dunia tepat pukul 04.30 WIB. (ian)