Karimun, Lendoot.com – Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan rencana ekspor buah nanas ke Singapura masih belum dapat dilakukan hingga sampai saat ini. Hal itu dikarenakan adanya kendala petani di Kundur yang belum dapat menjamin jumlah produksi yang dapat diekspor ke negara tersebut.

“Eksportir sudah ada, namun petani belum dapat menjamin produksi setiap bulan berapa yang dapat diekspor,” kata Bupati Karimun Aunur Rafiq, Rabu (14/3/2018).

Dia mengatakan, sesuai permintaan dari pasar Singapura jumlah nanas yang ditargetkan untuk diekspor sebanyak 30-40 ton perminggunya.

Hal tersebut yang belum dapat jaminan produksi dari petani, sehingga masih belum dapat menindak lanjuti permasalahan tersebut.

“Itu yang sulit bagi kita, musim tanam harus diatur ulang agar lebih baik lagi. Saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas terkait untuk segera diurus,” ucap Rafiq.

Sebelumnya, permasalahan ekspor nanas ke negara Singapura masih terkendala angkutan transportasi. Namun demikian hal tersebut telah didapatkan jalan keluar, yakni menggunakan kapal milik pengusaha di Karimun.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Muhammad Affan mengatakan dirinya tetap optimis ekspor nanas ini dapat dilakukan. Namun untuk waktunya Ia belum dapat memastikannya.

“Yang jelas tahun ini ekspor sudah dapat kita lakukan,” katanya. (ian)