Pemusnahan media pembawa OPTK dan HPKJ ini digelar di Gedung pertemuan SKP Kelas II Tanjung balai karimun, Jalan Kapling Kelurahan Kampung Harapan Kecamatan Tebing, Selasa (17/1/2017).
Pemusnahan media pembawa OPTK dan HPKJ ini digelar di Gedung pertemuan SKP Kelas II Tanjung balai karimun, Jalan Kapling Kelurahan Kampung Harapan Kecamatan Tebing, Selasa (17/1/2017).

Karimun, Lendoot.com – Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun menggelar acara pemusnahan barang tegahan yang dianggap sebagai Media Pembawa Organisme Penganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), dan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

Kegiatan ini digelar di Gedung pertemuan SKP Kelas II Tanjung balai karimun, Jalan Kapling Kelurahan Kampung Harapan Kecamatan Tebing, Selasa (17/1/2017).

Adapun media pembawa OPTK dan HPHK yang dimusnahkan di antaranya; daging sapi asal negara Malaysia sebanyak 189 Kilogram, daging sapi asal Malaysia sebanyak 40 kilogram.

Ada juga daging ayam, daging bebek dan jeroan asal Malaysia, Singapura dan Batam dengan total sebanyak 79 Kilogram. Selan itu ada juga telur ayam asal Malaysia sebanyak 20 Kilogram.

Uniknya ada satu ekor hewan pembawa rabies yaitu kucing asal Malaysia juga turut dimusnahkan dalam acara tersebut, termasuk dua ekor hewan unggas merpati asal Malaysia.

Kepala Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun, Ibrahim menjelaskan OPTK dan HPHK tersebut akan dimusnahkan dengan cara eselator mekanik yaitu penghantar listrik hingga nanti hasil akhirnya sampai menjadi abu. Sementara untuk kucing dang unggas lainnya, akan dikubur.

Selain daging dan hewan, barang lain yang dimusnahkan juga menyangkut 164 batang bibit tanaman, tanaman hias dan tanaman obat asal Malaysia, bawang merah eks impor asal Batam sebanyak 70 Kilogram, buah rambutan asal Malaysia sebanyak 42 Kilogram dan 20 Kilogram akar tuba asal Malaysia.

Ibrahim mengatakan pemusnahan agar OPTK dan HPHK ini tidak tersebar di wilayah Kabupaten Karimun.

“Kenapa kita lakukan pemusnahan ini? yang pastinya untuk mencegah agar media pembawa OPTK dan HPHK ini tidak tersebar di wilayah Karimun. Sebab ini dapat mengganggu bagi kesehatan,” kata Ibrahim. (ian)