Ilustrasi pernak-pernik Imlek yang dijajakan di Karimun. Foto diambil beberapa waktu lalu. (dok lendoot)
Ilustrasi pernak-pernik Imlek yang dijajakan di Karimun. Foto diambil beberapa waktu lalu. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Kapolres Karimun, AKBP Armaini mengatakan rapat kordinasi dalam rangka untuk pengamanan perayaan Imlek 2568 tahun ini, supaya pelaksanaannya berjalan aman dan kondusif.

Agar tidak sampai mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Kapolres Karimun mengundang FKPD, tokoh masyarkat, tokoh Agama, Pemuda se-Kabupaten Karimun untuk berdiskusi terkait potensi-potensi gangguan Kamtibmas dimaksud.

Dalam diskusi itu terungkap potensi-potensi yang mungkin akan terjadi pada saat perayaan hari raya Imlek yang mengganggu Kamtibmas tersebut. Salah satunya waktu penyalaan kembang api dan mercon saat Imlek yang terkadang mengganggu masyarakat lainnya.

Dalam diskusi itu akhirnya ditemukan solusinya bersama. Salah satunya Armaini menambahkan, untuk pembunyian mercon dan penyalaan kembang api waktunya akan dibatasi hingga pukul 00.00 WIB. “Seperti kesepakatan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Armaini mengakui perayaan Imlek di Karimun kental dengan tradisi-tradisinya. Masyarakat Tionghoa di Karimun yang terbilang cukup besar dianggap perlu mencari stategi khusus dalam rangka menciptakan keamanan yang lebih baik lagi.

“Intinya kita sepakat untuk menjaga kerukunan beragama dan senantiasa untuk menjaga Kamtibmas di Karimun ini,” kata Armaini.

Rapat yang dilakukan diruang Rumatama Mapolres Karimun tersebut menghasilkan tujuh kesepakatan yang sama-sama ditandatangani para peserta rapat.

Adapun kesepakatan tersebut yakni salah satunya, sepakat untuk senantiasa memelihara kerukunan, keharmonisan, keseetiakawanan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan di wilayah Kabupaten Karimun. Kedua, sepakat untuk saling menghormati dan menghargai selama berlangsungnya peryaan imlek 2568 tahun 2017 diwilayah kabupaten karimun. (ian)