Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (ist/net)
Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (ist/net)

Karimun, Lendoot.com – Kewaspadaan orangtua terhadap anak-anaknya harus lebih diperketat lagi. Pasalnya, dugaan aksi penculikan terhadap anak-anak nyaris saja terjadi di Bukit Senang, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Rabu (15/3/2017).

Haryanti Gani, seorang ibu dari di Bukit Senang menceritakan tentang anaknya bersama dua orang teman anaknya, nyaris menjadi korban penculikan.

Haryanti menceritakan, awalnya siang tadi ketika jalan sepi, anaknya dengan dua orang temannya pergi ke SDN 002 Bukit Senang. Kebetulan karena masih libur try out, anaknya beserta tiga orang kawannya berencana bermain. Di tengah perjalanan itu, tiga bocah usia di bawah 10 tahun itu bertemu seorang lelaki dewasa.

“Laki-laki itu minta ditemankan beli air galon, tetapi laki-laki itu tidak membawa galonnya. Sementara tempat beli air galon atau depot air itu jauh dari tempat mereka,” kata Haryanti kepada Lendoot.com.

Dugaan Haryanti bahwa laki-laki tersebut pencuri adalah, karena meragukan maksud laki-laki dewasa tak dikenal yang meminta diantarkan membeli air galon tersebut oleh anak-anak tersebut. “Padahal galonnya tak dibawa, terus lokasinya juga tak jauh dari depot air galon. Saya menduga kuat itu adalah penculik,” katanya.

Alhamdulillah, katanya, anak-anak yang nyaris menjadi korban penculik itu cepat sadar. “Untungnya, mereka (anak-anak-red) jeli dan pintar. Mereka menolak ajakan laki-laki yang diduga sebagai penculik itu,” kata Haryanti kepada Lendoot.com menceritakan kembali laporan anaknya dan dua anak lainnya tersebut.

Sebelumnya berita tentang penculikan anak yang tujuannya untuk dijual organ tubuhnya, menjadi perhatian serius Haryanti. “Apalagi ada berita yang sebelumnya kalau penculikan banyak terjadi dan akan dijual organnya. Iiih ngeri. Semoga tidak terjadilah pada anak kami,” katanya.

Atas kejadian tersebut, Haryanti berharap juga dapat menjadi perhatian orangtua lainnya agar lebih waspada. “Ya bang, sebaiknya begitu. Waspadalah orangtua terhadap anak-anaknya,” ujarnya. (sjs)

Baca Juga: