Pulau Tanjungbatu Kundur. (halamankepri.blogspot)
Pulau Tanjungbatu Kundur. (halamankepri.blogspot)

Pulau Tanjung Batu, Kundur merupakan bagian dari Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri. Di pulau ini terdapat objek wisata yang cukup banyak dan beragam. Dan, sayangnya pulau ini masih belum banyak diketahui dan jarang dikunjungi masyarakat dari luar karena belum terekspose maksimal.

Sebelum mengenal lebih dekat wisata dimaksud, kita perlu mengenal dulu asal-usul Pulau Tanjung Batu. Berdasar buku Sejarah Daerah di Kabupaten Karimun terbitan Dinas Pariwisata Seni Budaya Karimun, nama Tanjung Batu bermula dari sebuah wilayah di ujung pulau yang berupa sebuah tanjung (tanah yang menjorok ke laut).

Di tanjung ini dipenuhi hamparan batu tinggi dan besar yang mengalahkan tinggi rumah orang kebanyakan.

Batu- batu besar tersebut kini sudah tidak lagi dapat dijumpai karena sudah digunakan masyarakat setempat untuk material pembangun rumah. Konon, dulu ketika pelaut mendekat ke pulau ini akan langsung melihat hamparan batu-batuan besar di ujung tanjung.

“Dari hasil kajian sejarah, kalau kita datang ke pulau Tanjung Batu, dari kejauhan sudah tampak itu batu-batu yang besar. Tapi sekarang sudah tidak tampak lagi seiring banyaknya bangunan dan masyarakat yang menggunakan batu itu sebagai bahan bangunan, dan juga sudah rimbunnya pepohonan,” kata seorang warga, beberapa waktu lalu.

Walau peninggalan batu-batu besar itu sudah tidak lagi, namun masih beberapa pilihan ojek wisata yang tetap menarik disinggahi ketika Anda memutuskan melintasi jalan-jalan di Pulau Kundur.

Di Desa Kobel Kecamatan Kundur Barat terdapat wisata situs Makam Keramat Layang. Di Kecamatan Kundur terdapat pantai Mutiara Lubuk yang juga terdapat makam tua yang juga banyak orang yang mengkeramatkannya.

Di Kecamatan Kundur juga ada mesjid tertua kedua di Kabupaten Karimun, Masjid Nurussalam. Terakhir relaks sebentar menikmati pantai berpasir putih Pantai Lubuk. Pantai ini juga terdapat sebuah makam kuno yang dipercaya sebagai orang pertama menginjakkan kakinya di pulau Kundur ini.

Untuk mencapai Ke Pulau Tanjung Batu, Anda bisa menggunakan jasa angkutan laut dari Pulau Karimun menuju ke Pelabuhan Urung Kundur Utara atau melalui Pelabuhan Tanjung Kasam Kundur Barat. Bisa juga melalui Pelabuhan Tanjung Batu Kota.

Dari Pelabuhan Boom Panjang KPK Anda juga bisa turun melalui Pelabuhan Tanjung Batu Kota. Jika Anda berangkat dari Batam, anda bisa menumpang kapal Ferry dengan jadwal dua kali sehari ke Pelabuhan Tanjung Batu Kota.

Jika Anda ingin menyusuri satu per satu wisata dimaksud, ada baiknya memilih jalur pelabuhan Tanjung Kasam Selat Beliah Kundur Barat. Dari pelabuhan ini, Anda bisa langsung mencapai situs Makam Keramat Layang. sekitar 40 menit perjalanan darat, mengenakan sepeda motor sewaan atau naik angkutan kota.

Lebih mengasyikannya lagi jika Anda menggunakan sepeda motor sewaan dari Pelabuhan Tanjung Kasam Selat Beliah. Anda memang akan mengeluarkan kocek sebesar Rp 60 ribu untuk satu hari, namun Anda bisa mencapai berbagai sudut pulau dengan sepuasnya.

Sebelum ke situs Makam Keramat Layang, Anda bisa menikmati perjalanan yang berbeda dari daerah-daerah yang biasa Anda singgahi. Anda akan melihat hamparan kebuh karet yang tertata rapi, dan sesekali pemandangan lahan kosong nan luas serta pemukiman khas masyarakat setempat.

Setelah ke situs Makam Layang, Anda bisa mampir sebentar untuk istirahat karena perjalanan yang mengasyikan tersebut. Anda bisa mendatangi Pantai Mutiara Lubuk yang jaraknya sekitar 30 menit perjalanan dari situs Makam Layang.

Setelah puas duduk-duduk di tepi pantai menikmati sajian kelapa muda dan makanan khas masyarakat setempat, Anda bisa sekalian mengunjungi makam yang dianggap keramat, sebagai makam yang disebut masyarakat sebagai makam orang Aceh yang menginjakkan kakinya di pulau ini.

Ada satu lagi pantai berpasir putih di Kecamatan Kundur. Jarak tempuh dari Pantai Mutiara Lubuk ke Pantai Gading sekitar 30 menit saja. Pantai yang terletak di deretan Pelabuhan Tanjung Batu ini menarik didatangi, sebab jika musim durian tiba, Anda bisa menikmati buah durian langsung dari pohonnya.

Setelah sekitar satu jam menikmati hamparan pasir putih, deburan ombak dan hembusan angin laut di Pantai Gading, Anda bisa langsung melintasi Kota Tanjung Batu. Jaraknya sekitar 15 menit saja dari Pantai Gading.

Di kota ini terdapat pasar rakyat dengan segala keunikannya. Oleh-oleh bisa Anda dapatkan dengan mudah di sepanjang keramaian pasar ini. (muhdsarih/bersambung)