Karimun, Lendoot.com – Kecamatan Moro merupakan salah satu kecamatan yang terbentuk di Kabupaten Karimun. Letak ibukotanya di Kelurahan Moro yang berada di Pulau Moro.
Sebelumnya, Kecamatan Moro terdiri dari Desa Kelurahan Durai, Sanglar, Moro, Pauh, Sugie, Keban, Selat Mie, dan Tanjung Pelanduk.
Merujuk kepada Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 4 oktober 1999, Kabupaten Karimun yang dahulunya hanya terdiri dari tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Moro, Kecamatan Kundur, dan Kecamatan Karimun. Lalu kemudian berkembang atau dimekarkan menjadi sembilan kecamatan.
Dari data yang disajikan BPS Kabupaten Karimun, Kecamatan Moro yang sebelumnya terdiri dari 8 desa dan kelurahan, lalu pecah menjadi dua kecamatan, yaitu Kecamatan Moro dan Kecamatan Durai.
Wilayah Kecamatan Moro terdapat dua kelurahan dan 10 desa. Di antaranya; Kelurahan Moro, Kelurahan Moro Tmur, Desa Pauh, Desa Sugie, Desa Keban, Desa Selat Mie, Desa Tanjung Pelanduk, Desa Jang, Desa Pulau Moro, Desa Niur Permai, Desa Rawajaya dan Desa Buluh Patah.
Batas-batas Kecamatan Moro di sebelah utara ada Kota Batam, sebelah selatan ada Selat Durian dan Kecamatan Durai, sebelah barat ada Kecamatan Moro Utara dan sebelah timur ada Kota Batam.
Wilayah Kecamatan Moro terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil. Jumlah keseluruhan pulau di Kecamatan Moro ada 85 pulau, dengan 19 pulau berpenghuni.
Nama-nama pulau di Kecamatan Moro yaitu; Durian Besar, Batuberlobang, Durian Kecil, Kain Dua, Mentailing, Kain Satu, Berendam, Anjing, Mempoyong Besar, Perasi Besar, Mempoyong Kecil, Perasi Kecil, Sugi Bawah, Kerengga, Manda Kecil, Moro Darat, Manda Besar, Moro Tengah, Batuberlayar 20. Moro Laut, Belukar, Teropong Kecil, Menteras Besar, Citli m dan lainnya.
Dari hasil registrasi penduduk Kecamatan Moro Tahun 2018 diperoleh informasi bahwa jumlah penduduk Kecamatan Moro tercatat sebanyak 18.525 jiwa yang terdiri dari 9.609 laki-laki dan 8.916 perempuan.
Mata pencaharian Masyarakat Kecamatan Moro terbesar sebagai nelayan tradisional, sebagian lagi budidaya rumput laut, petani dan sisanya wiraswasta, swasta dan pegawai negeri.
Di Kecamatan Moro terdapat lima Taman Kanak-kanak (TK), 22 Sekolah Dasar (SD) dan delapan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan dua Sekolah Menengah Atas (SMA).
Sebagai daerah yang masyarakatnya heterogen, kehidupan beragama yang beraneka ragam tentulah merupakan suatu fenomena yang dapat kita lihat pada masyarakat, termasuk masyarakat Kecamatan Moro.
Statistik di bidang keagamaan menyajikanbanyaknya tempat ibadah, banyaknya penduduk yang memeluk agama sesuai dengan kepercayaannya, dan persentase penduduk menurut agama yang dianut.
Kecamatan Moro banyak menganut agama Islam, kemudian penganut diikuti penganut agama Budha, agama Protestan, dan agama Katolik . (*msa)




