Disneyland
Inggris – Mahkamah Agung Inggris pada Kamis (6/4/2017) memutuskan seorang ayah bersalah karena melanggar aturan sekolah dengan menjemput dan mengajak anaknya berlibur pada saat tidak libur sekolah. 
 
Jon Platt bertindak melawan hukum ketika ia mengajak putrinya ke Disney World di Amerika Serikat pada bulan April 2015 dan itu melanggar peraturan sekolah anaknya. Kasus ini akan menjadi pelajaran kepada setiap orang tua yang ingin menjemput anaknya dari sekolah tanpa izin.
 
“Daftar hadir yang tidak baik memiliki efek mengganggu, tidak hanya pada individu anak tetapi juga pada murid lainnya,” kata Brenda Hale, wakil presiden dari Mahkamah Agung.
 
“Jika salah satu murid dapat dijemput sesuka hati orang tuanya, maka kasus ini juga bisa diikuti oleh orang tua lainnya”
 
Platt menolak untuk membayar uang denda sebesar 120 pound atau sekitar dua juta rupiah atas pelanggaran yang telah dilakukannya, Dia berargumen bahwa anaknya telah lebih dari 90 persen kehadiran sekolah selama tahun ajaran dan telah hadir secara teratur.
 
Namun Pengadilan menyatakn bahwa tingkat kehadiran anak jauh kurang dari itu, dengan dasar tersebut Mahkamah Agung memutuskan untuk mengikuti aturan yang berlaku di sekolah tersebut.
 
Platt mengatakan sangat terpukul atas putusan yang di jatuhkan kepada dirinya sebagai perbuatan melanggar hukum.(*)