Suasana proses mediasi perkehian pemuda antarkampung di Mapolres Karimun, tadi siang. (sjs)
Suasana proses mediasi perkehian pemuda antarkampung di Mapolres Karimun, tadi siang. (sjs)

Karimun, Lendoot.com – Perkelahian pemuda antarkampung di Sungai Ayam, Minggu (1/1/2017) sekitar pukul 00.30 WIB, memicu suasana mencekam. Pasalnya, pemuda Sungai Ayam yang sudah emosi berencana melakukan balas penyerangan.

Buntut perkelahian yang menyebabkan dua pemuda Sungai Ayam terluka, seorang lagi warga Pelipit Karimun yang biasa nongkrong bersama pemuda Sei Ayam di tempat kejadian perkara (TPK), Minggu (1/1/2017) sekitar pukul 00.30 WIB itu sekamin mencekam.

Pasalnya, ada beberapa warga yang sempat terpicu dengan isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) dari perkelahian tersebut.

Pemuda yang berencana menyerang pemuda Sei Ayam merupakan berasal dari suku yang berbeda dengan pemuda yang mengaku diserang tersebut.

“Kami khawatirnya makin besar. Sebab sudah ada yang bicara kesukuan. Karena saat kejadian bukan cuma warga Sungai Ayam yang Melayu, melainkan ada juga warga Melayu lain dari Sei Lakam, Bukit Senang dan Teluk Uma yang tak terima ada suku lain yang menyerang pemuda kami,” kata Fairuz Alpaizam, Ketua Pemuda Sungai Ayam, tadi pagi.

Perkelahian yang sempat membuat warga pemuda Sungai Ayam berkumpul dan berencana melakukan penyerangan balasan ke kampung tersebut, dapat dihindari dengan bantuan ketua pemuda, tokoh masyarakat dan Ketua RT 03/03 Kampung Tebing, Taufan.

“Pemuda kami sempat emosi. Malah ada rencana menyerang lagi. Tapi Alhamdulillah, sertelah kita berikan pengertian, emosi warga kami yang Melayu khususnya masih bisa ditahan,” kata.

Untuk meredam aksi yang lebih besar, puluhan polisi disiagakan di lokasi kejadian. Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwi Hatmoko Wiraseno membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia mengatakan saat ini proses mediasi sedang dilakukan di Markas Polres Karimun. (sjs)