Ilustrasi melon berbahaya (google)
Ilustrasi melon berbahaya (google)

Karimun, Lendoot.com – Hasil monitoring yang dilakukan Wakil Bupati dan Pihak Karantina di beberapa pasar dan kios-kios di Karimun, tidak ditemukan adanya buah Rock Melon (Cantaloupe) dari Australia yang mengandung bakteri Listeria Monocytogenes.

“Berdasarkan hasil monitoring yang kita lakukan bersama Wakil Bupati Karimun, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan dan Satpol PP baik di pasar maupun di kios-kios yang ada di Karimun tidak ditemukan adanya buah Rock Melon dari Australia itu, namun demikian kita tetap waspada,” kata PJ Wilayah Kerja Stasiun Karantina Pelabuhan Kabupaten Karimun, Rahman Hidayah, Kamis, (8/3/2018).

Rahman mengatakan, Listeria monocytogenes ini merupakan bakteri gram positif yang bersifat patogen baik pada hewan maupun manusia, di mana bakteri ini tumbuh optimal pada suhu minus 2 derajat celcius  hingga 50 derajat celcius sehingga lebih tahan terhadap panas dan mampu berkompetisi dengan organisme lain khususnya pada suhu dingin di kulkas.

“Listeria monocytogenes sebenarnya tidak mutlak berada pada buah melon saja, karena bakteri ini tersebar luas di air, pakan ternak, limbah rumah pemotongan hewan, susu, bahkan kotoran manusia atau hewan. Bakteri ini dapat mengkontaminasi ke bahan pangan lain seperti sayuran mentah, buah, salad, susu murni, daging, keju,” ujarnya.

Selain itu, Rahman juga menjelaskan bahwa bakteri ini juga bisa menyebabkan aborsi pada wanita hamil, radang selaput otak pada orang dewasa hingga menyebabkan kematian.

“Bakteri ini juga pengaruh untuk wanita hamil, menyebabkan aborsi dan radang selaput otak pada orang dewasa sehingga menyebabkan kematian. Namun, jika kekebalan tubuh kita baik dan pola makan sehat, hal ini bisa dicegah,” jelasnya.

Karimun merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Negara Singapura dan Malaysia, yang melakukan impor buah tersebut dari Australia, untuk itu Karimun menjadi zona rawan untuk masuknya buah melon ini, maka harus waspada.

Diketahui, tiga UPT Karantina Kepri, yakni Karantina Batam, Tanjungpinang dan Karimun melakukan kunjungam ke Kanwil DJBC Khusus Kepri untuk berkoordinasi terkait pengawasan lalu lintas semua komoditas Pertanian.(Riandi)