Kapolres Karimun AKBP Armaini dalam paparan dialog Jurnalis Karimun-Humas Setdakab Karimun, Rabu (29/3/2017) siang tadi.
Kapolres Karimun AKBP Armaini dalam paparan dialog Jurnalis Karimun-Humas Setdakab Karimun, Rabu (29/3/2017) siang tadi. (ian)

Karimun, Lendoot.com –   “Mengapa masyarakat menyebut Karimun darurat narkoba? Sebelum menyebut itu, indikatornya banyak. Dari 100 orang warga, minimal dua orang adalah pemakai. Di sini ada?” kata Kapolres Karimun AKBP Armaini dalam paparan dialog Jurnalis Karimun-Humas Setdakab Karimun, Rabu (29/3/2017) siang tadi.

Dari data penanganan narkoba di Polres Karimun sendiri, kata Armaini, per Maret 2016 dan Maret 2017, jumlah angkas kasus dan pelakunya terjadi peningkatan siginifikan. Kebetulan Sabu-sabu tahun ini, katanya, paling besar.

“Seberat 2,65kg, atau totalnya pada tahun ini mencapai 2,8 Kg per Maret ini. Inilah yang jenis narkoba yang saat ini banyak beredar di Karimun. Segitu sudah bisa dipakai seribuan orang,” katanya.

Sementara, dari cara masuknya, Armaini menyebut narkoba jenis ganja masih berasal dari tanah air. “Ganja dari aceh sana, dari daerah asal saya. Dari survey dan kajian, ganja juga bukan cuma dari Aceh, ada juga dari Sumbar (Sumatera Barat) dan Sumut (Sumatera Utara). Sebagian besar memang dari Aceh,” paparnya.

Mengenai cara masuknya barang haram berupa gana tersebut, sebutnya, melalui laut seperti kapal Pelni dan ada juga melalui bandara Hang Nadim Batam.

Sementara untuk narkoba jenis Sabu-sabu, Armanini menyebut bahwa narkoba jenis olahan itu dibuat di laboratorium. “Dari hasil kajian Mabes Polri, memang pernah menemukan lab-nya di Batam, tapi itu dulu. Sekarang yang ada lab itu di China, itu dari hasil kajian BNN tadi,” paparnya.

Mengenai jalur masuknya ke Karimun, barang haram Sabu-sabu dimasukan dari China melalui Malaysia. Ada dua jalur yang digunakan sindikat narkoba internasional. Ada yang jalur legal dan ilegal.

“Masuk melalui jalur legal, dengan menyuruh kurir masuk melalui pelabuhan resmi misalnya. faktanya, beberapa kali di pelabuhan resmi menangkap pelaku peredaran narkoba ini. Bahkan jalur legal lain juga tak hanya melalui laut, tapi juga udara,” ujarnya.

Sementara mengenai jalur ilegal, bisa lebih banyak lagi. “Orang saja bisa masuk melalui jalur ilegal, apalagi sabu-sabu. Faktor geografis daerah kita yang berhadapan langsunng Singapura dan Malaysia memudahkan jalur ilegal ini digunakan peredaran narkoba. Anggota kita sudah mendektesinya,” ungkapnya.

Salah satu yang masuk melalui jalur ilegal, sebutnya, yakni penangkapan 2,56 Kilogram Sabu-sabu yang nilainya hampir Rp3 Miliyar beberapa waktu lalu. Barang itu masuk  masuk melalui pelabuhan tidak resmi dengan menggunakan kurir nelayan dengan pompongnya.

Dialog tersebut dibuka Sekdakab Karimun Muhd Firmansyah tersebut berlangsung menarik. Panitia menghadirkan narasumber dari Polres Karimun, BBNK Karimun, Lapas Karimun, Imigrasi, LSM Sado (Sahabat Anak Indonesia) dan juga dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, siswa, mahasiswa dan organisasi massa lainnya. (*)