Karimun, Lendoot.com – Masyarakat Gading, Kelurahan Gading Sari, Kecamatan Kundur menolak aktifitas pengerukan tanah berlokasi tepat di Pantai Gading.

Ketua RW 01 Kelurahan Gading Sari, Syafi’i mengatakan, penolakan tersebut dikarenakan adanya aktivitas pengerukan tanah (bukit) di tempat objek wisata Pantai Gading diduga tidak mengantongi izin yang sah.

“Beberapa hari kemarin saat kami mengecek aktifitas pengerukan itu ternyata dasar pijakan alat berat atau eskavator ada melakukan pengerukan atau menggali lubang, oleh karena itu kami bersama masyarakat setempat menolak aktifitas pengerukan tanah di Pantai Gading,” kata Syafi’i, Kamis (9/8/2018).

Menurut Syafi’i, lokasi tersebut telah diresmikan Nurdin Basirun sebagai pencanangan objek wisata pada Desember 2014 silam ketika ia masih menjabat sebagai Bupati Karimun.

“Lokasi yang dikeruk itu kan pernah diresmikan oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun pada tahun 2014 lalu sewaktu masih menjabat sebagai Bupati Karimun sebagai objek wisata unggulan di Pulau Kundur,” ujar Syafi’i.

Syafi’i menjelaskan, aktifitas pengerukan bukit tepat di pinggir Pantai Gading itu sudah berlangsung sejak empat bulan silam yang awalnya pengerukan bukit saja, namun lama-kelamaan dibuat datar sejajar dengan jalan menuju Pantai.

“Sampai hari ini sedikit-demi sedikit tempat objek wisata kami dirusak oleh tangan tak bertanggungjawab. Bukit dikeruk, bahkan sudah sama rata dengan jalan lalu digali lagi menjadi lubang. Pencanangan pariwisata itu hanya tinggal nama dan dirusak oleh aktifitas pengerukan tanah urug,” jelasnya.

Syafi’i menambahkan, ia sempat mendapat laporan warga bahwa lubang yang digali sekitar kedalaman tiga meter sudah berangsur ditimbun menutup lubang karena ada beberapa warga yang mulai marah. Hanya saja, sampai hari ini aktifitas pemangkasan bukit tetap dilakukan.

“Kami sempat menyampaikan pihak yang melakukan pengerukan agar menghentikan aktifitasnya, namun hal itu tak diindahkan. Oleh karena itu kami sepakat melakukan tandatangan sebagai bentuk keseriusan protes atas aksi pengrusakan lingkungan tersebut,” tambahnya. (Riandi)