Pihak BNI Tanjung Balai Karimun dan Dinas Sosial Karimun berpose bersama para penerima PKH di Moro, Sabtu (26/8/2017). (ist)
Pihak BNI Tanjung Balai Karimun dan Dinas Sosial Karimun berpose bersama para penerima PKH di Moro, Sabtu (26/8/2017). (ist)

Karimun, Lendoot.com – Wajah sumringah tanda gembira diperlihatkan sebagian besar masyarakat keluarga penerima manfaat (KPM) dari program keluarga harapan (PKH) tahap III, di tiga kecamatan di Kabupaten Karimun, Sabtu (26/8/2017) kemarin.

Dalam acara itu, BNI Tanjung Balai Karimun (TBK) bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karimun melakukan penyaluran bantuan kepada KPM di masing-masing kecamatan tersebut.

Bagi KPM yang berdomisili di pulau-pulau kecil dengan akses yang terbatas untuk menjangkau jaringan ATM dan EDC BNI, bantuan diberikan secara langsung, kemarin. Ini seperti KPM seperti di Kecamatan Buru, Kecamatan Moro, dan Kecamatan Durai.

Sinergi antara Dinsos Karimun dan pihak perbankan, seperti BNI TBK ini dinilai sebagai sebuah langkah yang tepat untuk mempercepat pelaksanaan penyaluran bantuan.

Program yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia ini mendapat dukungan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Sumbar, Riau dan Kepri.

Sebanyak 14.779 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di daerah Solok, Sungai Penuh, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang dan Dumai yang berada di bawah supervisi BNI Wilayah Padang, tercatat sebagai penerima bantuan PKH tahap III pada  2017 ini.

“BNI sangat mendukung program ini. Area kerja kami yang mendapatkan alokasi sebanyak 2.996 KPM PKH tahap III pada 2017 ini, sudah kita lakukan,” kata Irwansyah Kasuma Putera, Pemimpin Cabang BNI Tanjung Balai Karimun.

Dalam rangka menyukseskan program tersebut, pegawai BNI TBK bersama pegawai Dinsos Kabupaten Karimun yang bertindak sebagai pendamping KPM, terjun langsung ke lapangan. Selain melakukan penyerahan bantuan, juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar dana bantuan digunakan secara bijak.

“Dana bantuan dari pemerintah tersebut disalurkan melalui rekening masing-masing penerima, dan setiap KPM memperoleh buku tabungan disertai Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang juga sekaligus berfungsi sebagai kartu debit,” kata pendamping KPM dari Dinsos Karimun.

Dengan mekanisme ini, penyaluran bansos diharapkan akan lebih tepat sasaran, efektif dan efisien dengan memanfaatkan system perbankan yang terintegrasi.

Dengan menggunakan KKS, masyarakat akan lebih fleksibel dalam melakukan pencairan dana bantuan melalui jaringan-jaringan perbankan seperti mesin ATM dan mesin-mesin EDC yang tersedia di seluruh Agen46 yang merupakan kepanjangan tangan BNI.

Disamping itu buku tabungan dan KKS juga diharapkan menjadi sarana untuk menumbuhkan kebiasaan menabung dan menggunakan uang sesuai kebutuhan.

Penyaluran bantuan melalui program PKH ini selain bertujuan untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia, juga diharapkan dapat mengubah perilaku yang kurang mendukung terhadap peningkatan kesejahteraan dari kelompok masyarakat miskin.

Dengan memanfaatkan sarana transportasi rakyat khas daerah kepulauan, BNI TBK sukses melaksanakan penyaluran bantuan tahap III yang dilaksanakan serentak, Sabtu (26/8/2017) di tiga kecamatan.

Pemimpin Wilayah BNI Sumbar, Riau dan Kepri Rahmad Hidayat dalam kesempatan terpisah menyampaikan, BNI akan selalu berada di garda terdepan dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan kejahteraan dan perekonomian masyarakat.

Program-program pemerintah terutama yang terkait erat dengan jasa perbankan akan selalu hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan jasa perbankan. Bahkan dibeberapa titik penyaluran, kami menghadirkan Mobil BNI Layanan Gerak (BLG) yang ATM nya dapat digunakan untuk menarik dana dengan Kartu KKS.

Lebih lanjut,  Rahmad Hidayat menyampaikan, dengan mekanisme penyaluran bantuan seperti ini memberikan alternatif bagi masyarakat untuk mencairkan seluruh dana atau menyimpan sebagian di rekening, sehingga angka literasi masyarakat terhadap perbankan juga dapat ditingkatkan.

“Melalui system ini juga diharapkan pembayaran bansos melalui kartu akan membuat masyarakat secara perlahan teredukasi bagaimana menggunakan atau melakukan transaksi tidak dengan uang tunai namun non tunai yang lebih aman, cepat dan ringkas,” jelas Rahmad. (*/sjs)