Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Listrik Padam Sementara di Sejumlah Wilayah di Karimun ini, Sabtu 14 Oktober 2023

Petugas PLN ULP Tanjungbalai Karimun sedang memperbaiki jaringan PLN yang rusak akibat benang layang-layang di Kampung Harapan Harjosari Tebing, foto diambil beberapa waktu lalu (ft yudi)

Petugas PLN ULP Tanjungbalai Karimun sedang melakukan pemeliharaan jaringan listrik di Harjosari Tebing, foto diambil beberapa waktu lalu (ft dok lendoot yudi)

Karimun, Lendoot.com – Karena ada pekerjaan penggantian isolator tarik dan rekonstruksi jaringan, pemadaman sementara terpaksa dilakukan PLN ULP Tanjungbalai Karimun bagi sejumlah wilayah di Karimun.

“Ada pekerjaan penggantian isolator tarik dan rekontruksi jaringan,” ujarnya Manager PLN ULP Tanjung Balai Karimun, Budimansyah.

Pengumuman pemadaman tersebut juga sudah disebar admin PLN di media sosial, kemarin. Pemadaman sementara dilakukan, Sabtu 14 Oktober 2023. Pemadaman diumumkan akan berlangsung dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB

Isolator adalah media penyekat yang umumnya terbuat dari porselen atau kaca antara bagian yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan.

Pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) atau Saluran Listrik Udara (SUTET) fungsinya adalah untuk mengisolir tegangan listrik antara kawat fasa (penghantar) dengan tower (tiang).

Budi menyampaikan, adapun wilayah yang terdampak padam ialah Jalan Poros, Among Mitro, Masjid Agung, Perumahan Imperium, Perumahan Bukit Centai, Jalan Bukit Centai.

Selain itu lanjutnya, Kantor Bupati, GOR Badang Perkasa, Lembah Permai, Teluk Senang, Pasir Panjang, Teluk Setimbul, Jalan Pongkar, Pelambung, Teluk Lekop, Guntung Punak dan sekitarnya.

“Waktu padam dapat berubah diluar jadwal apabila terkendala kondisi dilapangan,” ucap Budi.

Disampaikannya, penggantian isolator sangat penting untuk menjaga sistem kelistrikan di wilayah Karimun.

Budi meminta kepada tim yang melaksanakan pekejaan tersebut agar selalu menjaga dan mengutamakan Kesehatan dan Keselamatan kerja (K3).

“Pekerjaan ini beresiko tinggi, utamakan faktor keselamatan dalam bekerja,” imbaunya. (yud)

Exit mobile version