Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Lingga “Gaspol” Bangun Sentra Industri Kelapa, Dari Kebun Rakyat Menuju Hilirisasi Modern

Perkebunan kelapa. (ft dpmptspjambiprov)

Perkebunan kelapa. (ft dpmptspjambiprov)

Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga mulai menekan pedal percepatan untuk mewujudkan pembangunan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kelapa. Tak ingin rencana ini hanya berhenti di atas kertas, Bupati dan Wakil Bupati Lingga turun langsung memimpin koordinasi lintas sektoral guna memastikan proyek strategis ini segera terealisasi.

Dalam pertemuan intensif yang menghadirkan Dinas Perhubungan, Dinas PTSP, hingga Bagian Aset, jajaran pemerintah daerah membedah satu per satu hambatan teknis yang selama ini memperlambat proses pembangunan.

Fokus utama dalam koordinasi ini diarahkan pada penyederhanaan proses perizinan. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh dokumen administrasi berjalan transparan tanpa prosedur yang berlarut-larut.

Selain perizinan, persoalan aset menjadi topik krusial yang dibahas secara terbuka. Kepastian lahan, sistem pengelolaan, hingga legalitas hukum dipastikan harus tuntas agar proses pembangunan fisik tidak tersandung kendala di tengah jalan.

Bupati Lingga, M. Nizar, menegaskan bahwa kelapa bukan sekadar tanaman perkebunan biasa bagi warga Lingga, melainkan urat nadi ekonomi yang telah menghidupi masyarakat secara turun-temurun.

“Pembangunan sentra industri kelapa ini diproyeksikan menjadi mesin baru ekonomi daerah. Kita ingin kelapa tidak lagi hanya dijual mentah, tetapi diolah di sini menjadi produk turunan bernilai tambah tinggi,” tegas Bupati Nizar, kemarin.

Jika sentra ini berjalan sesuai target, peluang usaha baru bagi pelaku UMKM dan petani kelapa akan terbuka lebar. Proyek ini diharapkan menjadi solusi bagi penyerapan tenaga kerja lokal dan motor penggerak ekonomi di tingkat desa.

Dengan langkah percepatan ini, Kabupaten Lingga ingin membuktikan bahwa komoditas rakyat bisa bertransformasi menjadi kekuatan industri. Sentra IKM yang dibangun bukan sekadar pabrik pengolahan, melainkan simbol harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat Bunda Tanah Melayu. (wan)

Exit mobile version