Karimun, Lendoot.com – Festival lampu colok yang merupakan tradisi masyarakat pesisir sejak zaman dahulu sudah mulai ramai terpasang di beberapa daerah Kabupaten Karimun, Minggu (10/6/2018) malam.

Hal ini terlihat saat Kelompok-kelompok warga Karimun yang ikut menjadi peserta festival lampu colok mulai memperlihatkan hasil karyanya. Hampir di seluruh kawasan di Pulau Karimun dihiasi lampu colok.

“Ini merupakan tradisi masyarakat pesisir sejak zaman dahulu yang dijadikan kearifan lokal hingga sekarang,” kata Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya yang juga PPTK Festival Lampu Colok, Azmizar Firtanti belum lama ini.

Azmizar menjelaskan,Festival lampu colok yang selalu diadakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun setiap tahun ini, diperkirakan jumlah peserta akan semakin banyak.

“Peserta lampu colok tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu, karena tahun lalu peserta hanya berasal dari Pulau Karimun Besar saja, namun di tahun ini peserta dari Pulau Kundur juga bisa ikut,” katanya.

Dia menambahkan, untuk membuat satu replika ornamen atau bangunan-bangunan islami yang indah itu dibutuhkan ratusan lampu colok.

Lampu-lampu minyak tanah itu diletakan pada kerangka yang terbuat dari kayu dan dinyalakan pada malam hari sehingga susunan api berbentuk bangunan masjid, gapura, istana serta bangunan lainnya.

“Festival lampu colok tersebut menjadi daya tarik tersendiri di bulan Ramadan. Ramai masyarakat Karimun yang sengaja berkeliling untuk melihat lampu colok,” tambahnya.

Dari pantauan Lendoot.com, beberapa hari lalu, simpang Ranggam, Kecamatan Tebing dipadati masyarakat menyaksikan lampu colok dan banyak dari mereka mengabadikan gambar ataupun berselfie ria dengan latar belakang lampu colok berbentuk masjid yang megah itu. (Riandi)