IIustrasi ATM. (istimewa)
IIustrasi ATM. (istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Warga Desa Parit, Kecamatan Karimun berinisial Is (59) kehilangan uangnya sebanyak Rp25 juta di dalam rekeningnya di salah satu bank di Karimun.

Pria paruh baya itu menduga, kalau uang yang ada dalam rekeningnya telah hilang akibat dibobol oleh orang tak dikenal.

Is baru menyadari dia kehilangan uang saat hendak mengambil uang di salah satu mesin ATM di Karimun pada 25 Januari 2017 lalu. Begitu mengecek saldo dalam rekeningnya, ternyata uang dalam rekeningnya berkurang sebanyak Rp 25 juta. Esok harinya, Is kemudian melaporkan kejadian itu kepada polisi.

Kapolsek Balai Karimun AKP Lulik Febyantara mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya warga yang kehilangan uang di rekening saat hendak mengambil sejumlah uang melalui mesin ATM. Begitu menerima laporan dari korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan kasus itu.

“Kami mendapatkan laporan dari seorang warga Desa Parit inisial Is pada 26 Januari 2017 lalu. Dia mengaku telah mengalami kehilangan uang dalam rekening sebesar Rp25 juta saat hendak mengambil uang di mesin ATM pada satu hari sebelumnya, yakni pada 25 Januari 2017 lalu,” ungkap Lulik seperti dikutip dari Haluan Kepri.com, Rabu (1/2/2017).

Dijelaskan, korban berangkat dari Desa Parit ke Tanjungbalai Karimun dengan niat untuk mengambil uang sebesar Rp 500 ribu. Korban kemudian menuju salah satu mesin ATM yang ada di Karimun. Namun, begitu mengecek saldonya, alangkah terkejutnya dia, ternyata uangnya berkurang Rp25 juta.

“Pelapor masih mengingat, kalau saldo masih ada sekitar Rp35 juta. Namun, begitu mengecek di salah satu ATM, korban terkejut ketika melihat saldo akhirnya hanya bersisa Rp 10 juta. Dia bingung, kemana uang dalam rekeningnya yang Rp25 juta lagi. Kemudian, dia langsung ke bank untuk meminta print buku tabungannya untuk melihat transaksi yang tak pernah dilakukannya,” jelas Lulik.

Karena merasa tidak pernah melakukan transaksi sebesar itu, maka korban merasa tidak terima. Dia kemudian membuat laporan ke Polsek Balai Karimun. Kepada polisi, korban menceritakan kalau yang tahu soal ATM itu hanyalah dirinya. Baik itu soal penyimpanan ATM maupun nomor Personal Identification Number (PIN)-nya.(*/sjs)