Para juara lomba story teling di Kantor Dinas Perpustakaan Kearsipan Daerah, awal pekan lalu. (msa)

Karimun, Lendoot.com – Gelaran lomba story telling yang ditaja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Karimun, sejak 24 Maret 2021, telah usai. Juaranya sudah ditentukan dewan juri. Ada tujuh nama juara di lomba ini. Nilai teratas diraih Lady Jasmine Latisha dengan perolehan 2.637 point, dan secara otomatis menjadi juara pertama di lomba ini.

Setelah Lady Jasmine Latisha, disusul juara dua Fairuz Fatihah Sari dari SD Cendikia, Bunga Cinta Aulia dari SDN 011 Meral. Tempat keempat dan seterusnya berturut-turut Fathur Nabihah Zulfa dari SDN 001 Karimun, Alora Putri Nadhira SDN 002 Meral, Ayesha Rifqi Ruwei Putri dari SD Muhammadiyah dan Salwah Aqiilah dari SDN 002 Karimun.

Story teling atau lomba bercerita tingkat SD/MI se-Kabupaten Karimun ini berlangsung di ruang pertemuan lantai atas perpustakaan, lomba dibuka resmi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Karimun Zifridin, Rabu (24/3/2021).

Sebelum membuka resmi lomba tersebut, Zifridin berpesan kepada para peserta lomba agar para juaranya nanti dapat menularkan budaya literasi tersebut kepada teman-teman lainnya. “Sehingga tujuan kegiatan literasi yang sangat penting bagi sikap dan mental penerus dareeah kita ini dapat tertular ke masyarakat penerus kita yang lain,” pesannya saat itu.

Untuk diketahui. Literasi adalah keterampilan penting dalam hidup selama proses pembelajaran manusia. Budaya literasi yang tertanam dalam diri seseorang akan mempengaruhi tingkat keberhasilannya, baik di sekolah maupun di masyarakat.

Zifridin berharap kegiatan ini dapat membuahkan hasil berupa tujuan di atas, selain itu Dia berharap pemenang dapat mewakili kabupaten ini di tingkat provinsi. Harapan besarnya, anak Kabupaten Karimun dapat Berjaya juga di tingkat nasional.

“Lomba bercerita ini adalah agenda nasional yang bertingkat. InshaAllah nanti ada di tingkat provinsi, lalu ke tingkat nasional. Mudah-mudahan yang juara dari sini kita bentuk lagi untuk bisa tampil dan juara di provinsi nanti. Tahun lalu juara nasionalnya anak Natuna. Kita tidak ikut karena kita pandemi (Covid-19). Ke depan kita harapkan kita bisa. Kita punya potensi untuk itu,” harapnya.

Elviyendra, Panitia Lomba menjelaskan kegiatan menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat, baik pada peserta, pendamping, panitia, dewan juri dan tamu undangan. Pada pelaksanaan perlombaan para peserta akan di panggil sebanyak empat orang peserta dan empat orang pendamping ke tempat acara.

“Melalui membaca diharapkan dapat menyerap pengetahuan dan memberikan pengaruh budaya yang amat kuat terhadap pengembangan literasi. Untuk pengembangannya, kita menggelar lomba bercerita itu,” jelas Elviyendra.

Elviyendra menambahkan dewan juri terdiri penggiat literasi, Wrachma R Adji, seorang berprofesi guru Henni Nasution dan Elviyendra sendiri. Kegiatan ini, katanya, akan menjadi ajang pencarian bibit peserta untuk kegiatan sejenis di tingkat yang lebih tinggi. (msa)