Ilusrasi sabu-sabu. (istimewa)
Ilusrasi sabu-sabu. (istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Fakta terkait pengguna Narkoba  sudah merambah ke usia siswa SMP (sekolah menengah pertama), tidak serta merta mendapat tanggapan positif dari netizen. Beberapa pesan dari netizen terkait fakta tersebut masuk ke akun redaksi Lendoot.com. Rata-rata mempertanyakan pemberitaan yang dianggap negatif tersebut.

Keterkejutan, sekaligus ketidakpercayaan netizen tentang siswa SMP yang dapat mengkonsumsi Narkoba jenis sabu-sabu, dapat dimaklumi. Pasalnya, siswa SMP dianggap tidak memiliki kemampuan untuk membeli sabu-sabu.

Hanya saja setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata ada fakta lain yang lebih mengejutkan. Begini cara siswa SMP dapat mengkonsumsi sabu-sabu tersebut.

“Kami berpayung pak. Berpayung istilah kami pak, artinya kami diajak nyabu bareng orang lain,” kata seorang siswa yang kini mendapat pendampingan di Yayasan Rehabilitasi Sosial Yayasan SADO Karimun itu.

Bagi pengguna sabu-sabu sekelas siswa SMP, istilah berpayung sudah cukup populer. Istilah ini kata lain dari menumpang mengkonsumsi sabu-sabu dari orang lain. Dan, bahayanya siswa ini kebanyakan mengaku tidak  tahu atau mengerti tentang barang yang dihisapnya tersebut.

“Jadi orang itu memang pemakai. Lalu saat mereka pakai, siswa-siswa ini diajak pakai bersama,”  jelas Linda Theresia, Pembina Yayasan Rehabilitasi Sosial SADO kepada Lendoot.com.

Atas kondisi tersebut, orangtua yang awalnya tidak mempercayai anaknya sudah terlibat penyalahgunaan Narkoba diimbau untuk lebih mengerti lagi. “Begitulah kondisinya, kadang ada orangtua yang tidak terima anaknya dilaporkan sebagai pengguna,malah marah. Padahal anaknya kita rahasiakan identitasnya. Kita laporkan agar ada upaya pencegahan agar tidak berlanjut,” jelasnya. (sjs)