Karimun, Lendoot.com – Rapat koordinasi yang dilakukan Kadisdik Kabupaten Karimun, Koordinator Pengawas Musyawarah SMA/SMK Disdik Provinsi Kepri, Kapolsek Tebing, Camat Tebing, Camat Karimun dan Kepala SMA Negeri 1 Karimun, telah menemui titik terang, Rabu (11/7/2018).

Permasalahan yang terjadi antara pihak SMA Negeri 1 Karimun dengan beberapa wali murid dikarenakan adanya orang tua murid yang merasa tidak puas akibat tidak lulusnya anak mereka saat mendaftar di sekolah tersebut. Ini terjadi karena adanya sistem zonasi yang telah ditentukan sebelumnya.

Diketahui, sebanyak 324 orang telah diterima di SMA Negeri 1 Karimun. Sedangkan yang ditolak sebanyak 116 orang menurut hasil seleksi pendaftaran online.

Dalam hasil rapat tersebut, Koordinator Pengawas Musyawarah SMA/SMK Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Endang Susilawati menyampaikan, untuk siswa-siswi yang belum diterima di sekolah SMA Negeri 1 Karimun bisa mendaftar kembali secara offline ke SMA/SMK Negeri di Kabupaten Karimun yang masih kekurangan kuota.

“Hasil rapat yang kita lakukan tadi, bagi siswa yang belum diterima bisa mendaftar kembali secara offline di sekolah negeri lainnya. Ada 4 sekolah lagi yang masih membutuhkan yaitu, SMA Negeri tiga, 45 orang, SMA Negeri empat 35 orang, SMK Negeri satu 2 Keahlian Kompetensi sekitar 70 orang dan SMK Negeri dua sebanyak 15 orang,” jelasnya.

Endang menambahkan, pelaksanaan pendaftaran offline akan dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2018 tanpa adanya Zonasi.

Pantauan Lendoot.com di lapangkan, Koordinator Pengawas Musyawarah SMA/SMK Dinas Pendidikan Provinsi Kepri akan melanjutkan rapat Internal bersama Kadisdik Kabupaten Karimun dan seluruh Kepala SMA/SMK Negeri di Karimun untuk membahas kembali penerimaan kuota siswa-siswi SMA/SMK. (riandi)