Siswi SMPN 1 Buru, Hazlina kelas IB yang menerima sepeda foto bersama Kapolsek Buru, Iptu Bakri yang didampingi kepala sekolah dan guru
Siswi SMPN 1 Buru, Hazlina kelas IB yang menerima sepeda foto bersama Kapolsek Buru, Iptu Bakri yang didampingi kepala sekolah dan guru (Istimewa)

Karimun, Lendoot.com – “Bapak saya sakit pak, ibu saya hanya kerja ambil kayu bakar,” ujar Hazlina kepada Kapolsek Buru, Iptu Bakri. Saat dijumpai Hazlina sedang berjalan kaki sekitar 3 kilometer dari rumah menuju ke sekolahnya. Bakri menawarkan tumpangan ke Hazlina.

Mendengar penjelasan Hazlina yang tergolong siswa tidak mampu itu, membuat hati Bakri terenyuh dan luluh.

Hanya saja, Bakri tidak langsung percaya. Siang harinya, Bakri menugaskan anggotanya untuk mengecek ke lapangan terkait pernyataan Hazlina tersebut. Dan, faktanya, kata Bakri, memang sebenarnya terjadi.

Kamis (28/9/2017), Polsek Buru menggelar penyuluhan penyuluhan tentang bahayanya peredaran pil PCC, Flaka dan Narkoba di SMPN 1 Buru tersebut.

Di sela kegiatan, Bakri memberikan kejutan kepada Hazlina. Sebuah sepeda diberikan kepada Hazlina kelas IB sekolah tersebut.

Bakri menjelaskan bahwa, alasannya memberikan kejutan sepeda untuk membantu meringankan langkah Hazlina ke sekolah.

“Semoga sepeda ini bermafaat buat Hazlina,” jelas Bakri.

Bakri juga menuturkan bahwa, saat anak tersebut diantar kesekolah, anak tersebut tidak mengetahui dirinya adalah Kapolsek. Sementara dari pengakuannya, bapaknya sudah sakit selama dua tahun.

Dalam acara penyuluhan itu, Iptu Bakri mengimbau siswa-siswi SMPN 1 Buru agar waspada dan menjaga keselamatan diri untuk mengantisipasi peredaran obat pil Paracetamol, Cafein dan Carisopradol (PCC) Flaka dan Narkoba yang saat ini sedang rawan terjadi.

Hal ini disampaikan Iptu Bakri saat melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba di SMPN 1 Buru, Kamis (28/9/2017) pagi tadi. Ia juga menyampaikan tindakan yang diperlukan apabila menemunkan tindak pidana maupun gangguan Kamtibmas.

“Tingkatkan kewaspadaan dan keselamatan diri untuk mengantisipasi peredaran obat pil PCC, Flaka dan Narkoba yang saat ini sedang rawan terjadi,” kata Bakri. (ian)