Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Kisah Pengakuan Kurir Narkoba dari Malaysia ke sejumlah Daerah di Indonesia (4-bersambung)

Polres Anambas Ciduk Pengedar Sabu dengan 2,195 Kilogram Barang Bukti Sabu, beberapa waktiu lalu. (dok lendoot)

Polres Anambas Ciduk Pengedar Sabu dengan 2,195 Kilogram Barang Bukti Sabu, beberapa waktiu lalu. (dok lendoot)

 Imbalan atau upah yang diterima kurir yang terbilang dengan angka yang tinggi seringkali menjadi dorongan utama bagi para kurir melakukannya.

Penyebabnya, kurangnya kesempatan kerja yang layak dapat mendorong seseorang menjadi kurir. Sebagian, karena ancaman terhadap keselamatan diri atau keluarga mereka, beberapa kurir akhirnya terpaksa melakukannya.

Kurir narkoba menggunakan berbagai modus operandi untuk menyembunyikan narkoba, antara lain:

Barang bawaan, dengan cara menyembunyikan narkoba di dalam koper, tas, atau disatukan dengan media barang bawaan lainnya.

Ada juga yang dengan cara menelan kapsul berisi narkoba (swallowing), atau menyembunyikan narkoba di dalam tubuh.

Sementara untuk armada pengangkutan, kurir narkoba kerap menggunakan armada mobil, bus, maupun truk ketika di daratan.

Jaringan perdagangan narkoba sangat kompleks dan seringkali melibatkan beberapa negara. Kurir dapat melakukan perjalanan lintas benua untuk mengantarkan narkoba. Beberapa rute yang umum digunakan antara lain;

Amerika Latin ke Amerika Utara: Rute ini terkenal dengan produksi kokain di negara-negara seperti Kolombia dan Peru, yang kemudian diselundupkan ke Amerika Serikat.

Afrika ke Eropa: Rute ini digunakan untuk menyelundupkan heroin dan kokain dari Afrika ke Eropa.Risiko dan Konsekuensi

Asia Tenggara ke Australia: Negara-negara seperti Myanmar dan Laos merupakan produsen utama opium dan heroin, yang kemudian diselundupkan ke Australia.

Sementara narkoba yang akan kita bahas berbentuk sabu-sabu yang merupakan dari Malaysia sebagai tempat singgahnya, dari tempat produksinya di Thailand. Dalam tulisan ini, narkoba jenis sabu di Indonesia yang berasal dari Thailand masuk via Malaysia kemudian masuk ke Indonesia melewati Pulau Karimun, lewat jalur laut.

Pekerjaan sebagai kurir narkoba sangat berisiko dan penuh dengan bahaya. Beberapa risiko yang dihadapi oleh kurir antara lain. Penangkapan kurir kerap terjadi di negara asal, negara transit, dan atau negara tujuan.

Dampak kekerasan dapat diterima kurir dengan menjadi korban kekerasan atau bahkan pembunuhan oleh kelompok kriminal saingan bisnisnya.

Penyiksaan juga akan kurir yang dirasakan ketika ditangkap aparat. Seringkali kurir akan mengalami penyiksaan dari aparat untuk mendapatkan informasi lanjutan terkait jaringan perdagangan narkoba. (msa/bersambung)

Exit mobile version