Karimun, Lendoot.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karimun menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif masyarakat pemilu 2019. Acara digelar di Nadira Caffe, Kelurahan Lubuk Semut, Kecamatan Karimun, Selasa (12/2/2019) malam.

Dalam paparannya, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karimun Nur Hidayat mengatakan, sosialisasi tersebut mengantisipasi adanya upaya money politic.

“Pemilu ini merupakan perwujudan kedaulatan rakyat jadi bukan semerta-merta kehendak pemerintah. Maka partisipasi pengawas dari masyarakat dalam pelaksanaanya sangat perlu, karena money politik yang menjadi hantu demokrasi di negara ini,” katanya.

Nurhidayat menjelaskan, pengawasan terhadap Pemilu akan jauh lebih efektif jika dibarengi dengan peran aktif masyarakat itu sendiri. Dan yang paling terpenting dalam Pemilu ini adalah massa kampanye dan proses pungut hitung suara.

“Secara kelembagaan pemilu memang tanggungjawab Bawaslu, namun secara hakikat juga menjadi tanggungjawab masyarakat. Saat kampanye itu lah proses bapak ibu mengenal siapakah yang layak menerima amanah dari masyarakat melalui visi dan misinya,” jelasnya.

Nurhidayat menambahkan, terkait kampanye harus dilakukan dengan metode dan aturan yang berlaku. Kampanye tidak boleh dilakukan dengan menjanjikan, memberikan sesuatu kepada pemilih pada pemilu 2019.

“Boleh memberikan barang, tapi yang menjadi kebutuhan kampanye itu sendiri yakni baju bergambar partai dan tidak boleh memberikan suatu barang yang tidak sesuai,” tambahnya. (riandi)