Cover Album Mini KuBi Interlude yang digawangi anak-anak Kundur. (ren)
Cover Album Mini KuBi Interlude yang digawangi anak-anak Kundur. (ren)

Karimun, Lendoot.com – KuBi Interlude. Itulah nama grup band yang didirikan pada pertengahan 2015 lalu oleh sekelompok anak muda Tanjungbatu Kundur.

Grup band ini terbilang keren, sebab anak muda Kundur yang terdiri dari empat personil ini sudah bisa menelurkan album perdana mereka. Dan, kerennya lagi ini semua diproduksi mereka sendiri.

Personel KuBi Interlude, di antaranya; Hardja Sapoetra sebagai gitaris, Tasya Sharendita pada Vokal, Ragil Budiharso pada Bass, dan Fauzan Hakiki pada Biola.

“Awalnya, grup band ini didirikan 11 orang, namun dalam perjalanannya tersisa empat orang,” kata Hardja sang gitaris kepada Lendoot.com, kemarin.

Kebanyakan personil dari awalnya adalah pelajar, grup band yang beralamat di jalan Ahmad Yani Tanjungbatu Kundur ini baru saja merilis mini album perdana mereka, Maret 2017.

Mini album dengan judul Spectrum ini dirilis hanya empat personilnya yang  tersisa. Materi album ini terdiri lagu-lagu yang sudah digarap sejak 2015 lalu.

Dalam mini album ini berbeda-beda sub genre. Terdiri dari enam lagu pop yang antara lain; perta,ma, Selamat Datang di Bumi Berazam, dengan genre pop etnic funky. Kedua Biarlah Biar, dengan genre pop akustik. Ketiga, Terbuang Sayang, dengan genre pop bossanova.

Lagu keempatnya,  Kubidik dengan Hati, dengan genre pop alternatif. Kelima,  Negeri Atas Awan, dengan genre pop reggae;  dan lagu terakhir Di Atas Kaki Sendiri, dengan genre pop punk. Keseluruhan materi lagu diciptakan sang gitaris, Hardja Sapoetra.

“Pemasaran mini album,  dengan bantuan sahabat terdekat mereka dengan cara gratis dibagikan-bagikan saja,” ujar Hardja.

Untuk proses pembuatan mini album, mereka melakukannya secara mandiri mulai dari proses rekaman, mixing, mastering, percetakan, sampai pada pemasaran. “Semuanya kami lakukan dengan alat sendiri,” pungkasnya. (ren)