Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Oknum kepala SMKN 2 Karimun inisial JL, diduga menggelapkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2015 -2016 sebesar Rp 1,6 Miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Karimun, Slamet Sentosa melalui Kasi Intelijen Kejari Karimun, Aji Satrio Prakoso mengatakan ada tiga dana bantuan pendidikan yang diberikan kepada SMKN 2 Karimun. Yakni; Dana Komite, Dana BOS dan Dana Administrasi Umum dari APBD Kabupaten Karimun.

“Yang kita periksa terkait dana BOS, 17 kegiatan, termasuk administrasi umum dan belanja keperluan sekolah, semuanya dikelola oleh kepala sekolah secara sendiri,” kata Aji, Jumat (25/8/2017)

Aji menyebut, hingga saat ini pihaknya masih belum mengetahui angka pasti kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus tersebut. Namun berdasarkan penemuan penyidik Kejari, ada dana sebesar Rp 300 juta yang pertanggungjawabannya tidak sesuai.

“Untuk kerugian negara, kita masih menunggu pemeriksaan BPKP. Saat dilakukan pemeriksaan kwitansi belanja, kita jumpai dana yang tidak sesuai dan dari keterangan saksi dari pemilik toko, barang yang terdaat didalam kwitansi tersebut tidak pernah keluar,” katanya.

Aji mengatakan, saat ini penyidik Kejari masih belum menetapkan tersangka didalam kasus tersebut. Namun penyidik Kejari sudah memiliki calon yang nantinya berkemungkinan akan menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

“Sudah ada, calon tersangka mengarah kepada Kepala Sekolah SMKN 2 Karimun berinisial JL. Hingga saat ini kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang saksi dari beberapa guru, Dinas Pendidikan dan termasuk kepala sekolah bernisial JL itu,” katanya. (ian)