Karimun, Lendoot.com – Mencegah masuknya wabah virus corona ke Indonesia, Kementerian Hukum dan HAM (Menkumham) RI mengeluarkan peraturan tentang penghentian sementara bebas visa kunjungan dan kedatangan serta peraturan pemberian izin tinggal keadaan terpaksa bagi Warga Negara Asing (WNA) dari Tiongkok ke Indonesia.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Pasal 5 ayat (1), (2) dan (3) yang telah ditandatangani oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Rabu (5/2/2020) lalu.

Pemberlakuan aturan tersebut sejalan dengan pernyataan organisasi kesehatan dunia WHO yang menyebut penyebaran virus corona sebagai darurat kesehatan masyarakat internasional.

Pemerintah menghentikan sementara fasilitas bebas visa kunjungan dan visa kunjungan saat kedatangan bagi semua warga negara yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi wilayah Cina dalam kurun waktu 14 hari sebelum masuk wilayah Indonesia.

Permohonan visa kunjungan, visa tinggal terbatas (Vitas), dan Vitas saat kedatangan (Vitas on arrival) oleh orang asing yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi Cina dalam kurun waktu 14 hari sebelum permohonan diajukan akan ditolak.

Pemegang kartu pebisnis APEC, izin tinggal terbatas, dan izin tinggal tetap yang memiliki izin masuk kembali ke Indonesia, namun pernah tinggal dan/atau mengunjungi RRT dalam kurun waktu 14 hari sebelum masuk Indonesia tidak akan diberikan izin masuk.

Kelima, bagi WN Cina di Indonesia yang tidak dapat kembali ke negaranya dikarenakan adanya wabah Virus corona dan tidak adanya alat angkut yang membawa mereka keluar dari wilayah Indonesia, akan diberikan izin tinggal keadaan terpaksa dengan tarif Rp0,- dengan jangka waktu 30 hari.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun, Darmunansyah mengatakan penghentian sementara pemberian bebas visa Kunjungan atau visa on arrival kepada setiap warga Negara Republik Rakyat Tiongkok. Aturan ini berlaku sejak tanggal 5 Februari hingga 29 Februari 2020 mendatang. (rnd)