Petugas Damkar Satpol PP Karimun sedang melakukan pemadaman kebakaran hutan lindung, sore tadi. (ist)
Petugas Damkar Satpol PP Karimun sedang melakukan pemadaman kebakaran hutan lindung, beberapa hari lalu (ist)

Karimun, Lendoot.com – Musim kemarau sejak awal tahun ini sudah terjadi. Lahan tidur yang kering kerap menjadi pemicu kebakaran lahan. Bagi masyarakat yang sengaja dan terbukti membakar lahan, maka sanki yang diterima sangat berat.

“Membakar lahan menimbulkan dampak buruk bagi orang lain dan lingkungan. Dan ini dapat didenda selama 15 tahun penjara dan denda maksimal  Rp 5 Miliar,” tulis Kepala Satpol PP Karimun TA Rahman yang disampaikan melalui Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Rahmadi kepada Lendoot.com, sore tadi.

Sanksi berat tersebut berdasarkan pasal 78 ayat 3 UU nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan.

Selain kebakaran lahan, kebakaran juga mengancam rumah warga yang tidak memperhatikan instalasi listriknya. “Kita juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap bahaya kebakaran. Perhatikan jaringan kelistrikan di rumah atau bangunan yang berpotensi menimbulkan konsleting atau arus pendek,” tambahnya.

Masyarakat juga diimbau untuk melengkapi rumah atau bangunan dengan alat pemadam api ringan atau APAR.

Selanjutnya, Rahmadi mengimbau agar masyarakat segera melaporkan kejadian kebakaran di lingkungannya ke unit piket reaksi cepat seksi Pemadam Kebakaran Satpol PP Karimun Karimun. “Hubungi nomor telepon 0777-327-292,” jelasnya. (muhdsarih)