Heryanto, tersangka narkoba di kursi pesakitan di PN Tanjung Balai Karimun saat sidang perdananya. (istimewa)
Heryanto, tersangka narkoba di kursi pesakitan di PN Tanjung Balai Karimun saat sidang perdananya. (istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Heryanto nelayan Tanjungsamak yang terancam hukuman mati diduga sebagai bandar narkoba, melalui keluarganya Mamat melaporkan oknum penyidik dalam kasus tersebut ke Propam Polda Kepri, Sabtu (11/2/2017).

Mamat mengatakan, selain mengaku adiknya Heryanto itu dijebak Tatan (DPO) yang merupakan sepupunya (bukan paman seperti berita sebelumnya), Mamat juga menilai ada yang ganjil dalam proses pemeriksaan Heryanto tersebut.

“Ketika diperiksa Penyidik Polda Kepri, adik saya, Heriyanto mengaku dipukuli. Heri menelepon saya, bilang dia tidak sanggup lagi, akhirnya dia menandatangani Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) yang disodorkan penyidik ke dia,” kata Mamat kepada wartawan.

Kuasa hukum Heryanto, Edwar Kelvin R SH kepada wartawan menyebut, kliennya menolak sepenuhnya BAP yang ditawarkan penyidik. Alasannya karena semut tuduhan tidak sesuai dengan fakta karena saat menandatanganinya berada di bawah tekanan.

“Klien kami menolak menandatangani karena apa yang disebutkan dalam BAP tidak sesuai dengan fakta. Heryanto menyakini bahwa dirinya dijebak Tatan, dan apakah Tatan bekerjasama dengan oknum polisi atau penyidik, itu belum dapat disimpulkan. Ini tergantung hasil investigasi Propam Polda Kepri nantinya, termaksud kebenaran atas dugaan pemukulan itu,” ujar Kelvin.

 Dalam Pasal 52 jo Pasal 117 ayat (1) KUHAP, kata Kelvin, keterangan tersangka harus diberikan tanpa tekanan dari siapa pun dan atau dalam bentuk apapun agar mencapai hasil yang tidak menyimpang dari fakta yang sebenarnya.

“Wajib dicegah adanya paksaan atau tekanan terhadap tersangka dalam pemeriksaan. Sehingga, dari ketentuan-ketentuan tersebut di atas jelas bahwa setiap tersangka yang diperiksa polisi tidak boleh disiksa secara fisik maupun psikis, seperti diintimidasi atau ditakut-takuti,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Heryanto yang bekerja sebagai nelayan dituduh membawa barang bukti berupa narkoba saat mengantarkan tas kepada seseorang di Kundur. Saat itu, Heryanto yang mengaku tidak mengetahui isi dalam tas tersebut ditangkap diproses hukum di Polda Kepri. (*/ian)