pedofilia
Foto: Ilustrasi (ist/net)

Jakarta – Kepala Sub-Direktorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Roberto Pasaribu, menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat di Indonesia mulai saat ini harus waspada terhadap pelaku kelainan mental dan kekerasan seksual terhadap anak di bawah usia (pedofil-red).

“Indonesia masih ladang subur untuk pelaku pedofilia,” katanya, Jakarta, Rabu (15/3/207).

Ia mengungkapan kasus pedofil melalui group Facebook Official Loly Candys 18+ itu menjadi tolak ukur bahwa marak dan tingginya tingkat kejahatan terhadap anak di bawah umur, juga menunjukkan kalau Indonesia menjadi negara yang empuk buat menjalankan misinya.

Pengelola group facebook tersebut terhubung dengan 11 grup kejahatan terhadap anak pada beberapa negara dengan jumlah anggota mencapai ribuan.

Polisi sejauh ini meringkus empat pelaku, yakni MBU alias Wawan alias Snorlax (25), DS alias Illu Inaya alias Alicexandria (27), SHDW alias Siha Dwiti (16) dan DF alias T-Day (17).

Hasil analisa dari pihak kepolisian atas group facebook itu, terdapat ratusan video dan foto yang menampilkan adegan kekerasan terhadap anak dibawah umur.

“Kita masih analisa apakah foto itu dari Asia atau negara lain,” ujar Roberto.

Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Biro Federal Investigasi Amerika Serikat (Federal Bureau of Investigation/FBI) menelusuri kelompok pedofilia itu yang diduga terhubung jaringan internasional.

Polda Metro Jaya mengungkap praktik prostitusi khusus anak di bawah usia atau pedofilia secara dalam jaringan (daring) Internet melalui media sosial dengan akun Official Loly Candys Group 18+ dibuat grup itu sejak September 2014 dengan jumlah anggota mencapai 7.497 orang yang menampilkan foto porno anak di bawah usia.(*)

Baca Juga: