Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Kasus Kekerasan Seksual Meningkat di Karimun, Kajari Priyambudi Ingatkan Pentingnya Pendidikan Budi Pekerti

Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak. (ft kemdikbud)

Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak. (ft kemdikbud)

Karimun – Kasus pencabulan dan persetubuhan menduduki peringkat kedua tertinggi dalam daftar kasus kejahatan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karimun, Priyambudi menyoroti bahwa dalam mayoritas kasus pencabulan dan persetubuhan, baik korban maupun pelaku rata-rata adalah anak di bawah umur. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak.

Fakta memprihatinkan ini diungkapkannya agar menjadi perhatian serius orangtua, dan pihak lainnnya agar  menekankan pentingnya pendidikan budi pekerti kepada anak.

“Ini tentu menjadi perhatian kita semua. Selaku orang tua mari kita bersama-sama menyebarkan kesadaran bagi masyarakat luas untuk lebih memberikan pendidikan budi pekerti kepada anak, dan menjaga pergaulan anak di luar agar terhindar dari musibah kejahatan seksual,” ucap Priyambudi. Imbauan ini menekankan peran vital keluarga dalam membentuk karakter dan melindungi anak-anak dari ancaman kejahatan seksual.

________________________________________

Narkotika Masih Mendominasi dan Jadi Ancaman Serius

Di sisi lain, Priyambudi juga menjelaskan bahwa perkara narkotika masih menduduki peringkat pertama kasus terbanyak yang terjadi di Kabupaten Karimun. Letak geografis Karimun yang strategis menghadap Selat Malaka menjadikannya wilayah perlintasan peredaran narkotika, baik jaringan internasional maupun nasional.

Yang lebih menyedihkan, menurut Priyambudi, adalah fakta bahwa Karimun saat ini bukan hanya menjadi target perlintasan, namun juga target pemasaran narkotika. “Masyarakat kita semakin banyak yang menyalahgunakan narkotika, padahal di tengah-tengah beban perekonomian yang semakin sulit. Bukannya untuk membeli kebutuhan sehari-hari, malah untuk membeli narkotika,” ujarnya dengan prihatin.

Atas kondisi ini, Priyambudi meminta seluruh masyarakat untuk turut serta dalam menyebarkan informasi tentang bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, masalah ini tidak bisa hanya dibebankan kepada Aparat Penegak Hukum (APH).

“Semua diawali dari coba-coba. Untuk itu sebagai orang tua mari kita menjaga keluarga agar tidak terjerat dalam pergaulan yang salah, dan menyentuh narkotika apapun jenisnya,” pungkasnya, menegaskan kembali pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam melindungi generasi muda. (msa)

Exit mobile version