Kacabjari Tanjungbatu, Aji Satrio Prakoso (dua dari kanan foto) saat meninjau PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjungbatu
Kacabjari Tanjungbatu, Aji Satrio Prakoso (dua dari kanan foto) saat meninjau PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjungbatu (Istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Kasus dugaan korupsi operasional Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Karimun cabang Tanjungbatu terus bergulir.

Dari penyidikan Kejaksaan Negeri Karimun Cabang Tanjungbatu menemukan adanya pemalsuan bukti pembayaran (kwitansi) pembelian bahan bakar operasional PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kacabjari Tanjungbatu, Aji Satrio Prakoso, Kamis (15/11/2018).

“Kwitansi banyak yang fiktif dengan memalsukan kwitansi pembelian untuk melengkapi laporan pertanggungjawaban operasional,” kata Aji Satrio Prakoso

Dalam proses penyidikan, Aji menyebut bahwa pihaknya sudah memanggil para pengelola kios BBM yang dibeli oleh pihak PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu.

“Saksi kita sudah memanggil pengelola kios-kios yang dibeli BBMnya. Untuk harga tidak termasuk dalam temuan. Dugaan penyelewenagannya adalah penggunaannya,” ucapnya.

Dijelaskan Aji, dari perhitungan sementara penyidik kejaksaan dan Ahli Utama Manajemen Air Minum, kerugian negara yang ditumbulkan akibat penyelewengan operasional PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu mencapai 400 juta lebih.

“Itu perhitungan dari kita dan ahli,” jelas Aji.

Saat ditanya terkait apakah sudah ada tersangka yang ditetapkan terhadap kasus ini, Aji mengatakan pihaknya masih memperkuat alat bukti. (Parulian Turnip)