ilustrasi. (gogle)
ilustrasi. (gogle)

Karimun, Lendoot.com – Sempat mengalami penurunan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Karimun pada semester I tahun 2019 lalu, diawal Semester II, Kasusnya kembali meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi mengatakan, sampai sejauh ini kasus DBD di Karimun ditemukan sebanyak 128 kasus per 31 Juli. Jumlah kasus DBD menurutnya kembali ditemukan meningkat pada Juli lalu.

“Mengalami sedikit kenaikan diawal semester II ini. Sempat alami penurunan di akhir semester kemarin, namun kembali meningkat,” kata Rachmadi, Sabtu (3/8/2019).

Ia menyebutkan, pada bulan Januari Dinas Kesehatan Karimun mencatat 36 kasus ditemukan. Jumlah itu terus alami penurunan hingga Juni lalu.

“Kasus DBD tahun ini cekung, dimana sejak Januari itu terus alami penurunan, antara lain Februari 35 kasus, Maret 10 kasus, April 7 kasus, Mei 9 kasus, Juni 7 kasus dan meningkat pada Juli sebanyak 24 kasus,” kata Rachmadi.

Dari 128 kasus DBD yang terjadi tersebut, Rachmadi mengatakan, seorang anak dan seorang balita (bawah lima tahun) dinyatakan meninggal dunia.

“Satu anak berumur 10 tahun, dan satu lagi balita berusia 4 bulan. Untuk yang 10 tahun itu dipicu keterlambatan dibawa kerumah sakit, sedangkan yang balita itu penyebab utama meninggal dunia bukan DBD melainkan adanya penyakit lainnya,” katanya.

Rachmadi mengatakan, Dinkes Karimun terus berupaya melakukan pencegahan dengan melakukan himbauan dan penyebaran bubuk abate.

“Pencegahan terus kita gencarkan. Kita berharap angka DBD dapat turun kembali,” katanya.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan gerakan 3M Plus di lingkungan tempat tinggalnya. Dan apabila menemukan adanya gejala DBD, hendaknya segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

“Apabila ada anggota keluarga yang demam, langsung dibawa rumah sakit, karena penanganan yang terlambat dapat berakibat meninggal dunia. Selain itu, tetap waspada dengan melakukan gerakan 3M Plus,” tutup Rachmadi. (ricky)