Taksi online sedang mengemudikan kendaraannya. (ist)
Taksi online sedang mengemudikan kendaraannya. (ist)

Menjadi seorang driver taksi online, merupakan pilihan terakhir bagi SOC. Ekonomi Batam yang sedang lesu yang berdampak PHK besar-besaran. Harga kebutuhan pokok yang terus meroket, sementara dapur harus tetap mengepul, membuat SOC memilih jalan menjadi sopir taksi online.

SOC sebelumnya adalah seorang marketing di sebuah perusahaan property, yang cukup memiliki nama di Batam. Entah sudah berapa ribu unit rumah dan ruko yang berhasil dijualnya, setiap kali perusahaan tempatnya bekerja, melaunching perumahan baru.

“Kalau dulu, masih tanah kosong baru di kasih tanda petak-petak saja, orang sudah berebut mau beli. Sekarang, sampai berbuih mulut nie masarkannya, jangankan dilihat, ngelirik aja nggak,” ungkap SOC dengan senyum lebar.

Selain sepi pembeli, perusahaan developer tempatnya bekerja juga ternyata kesulitan mendapatlahan baru yang akan dibangun. Alhasil tak ada yang hendak dijual SOC sebagai seorang marketing.

Berhenti dari perusahaan yang sudah gulung tikar itu, bapak dua anak ini, mencoba melamar ke developer lainnya. Ternyata yang dihadapinya juga sama. Sepi penjualan.

Dua bulan menganggur, dengan uang yang terus menipis, warga Batam Kota ini pun mengambil keputusan membeli mobil baru dengan cara kredit dan daftar menjadi driver taksi online.

“Alhamdulillah, walau pun tak banyak, sekarang setiap hari saya punya pemasukan,” katanya.

Kendati demikian, setiap hari SOC harus hati-hati dalam mengambil penumpang, pasalnya izin taksi online tempatnya bekerja belum keluar, sehingga di lapangan mereka kerap menjadi bulan-bulanan taksi pangkalan.

“Kalau prinsip saya harus saling menghormati. Karena kitakan sesama orang yang mencari makan di jalanan,” ujar SOC.

Namun ia selalu dilema ketika melintas di Nagoya, Batamcentre dan Bandara.

“Pernah saya habis pulang ngantar penumpang ke Batubesar. Begitu lewat depan bandara, pesanan masuk minta dijemput di bandara, ini yang bikin saya bingung,” aku SOC.

Pesanan bagi seorang driver taksi online, adalah tanggung jawab yang harus dipenuhi. Jika tidak dipenuhi, performa driver akan berkurang, maka akan berpengaruh dalam mendapatkan orderan berikutnya dan yang pasti untuk bonus.

“Akhirnya saya telepon orang yang mesan itu, dan saya sampaikan, kalau saya tak bisa menjemput di dalam kawasan bandara, dan saya minta dia membatalkan pesanannya,” ujar SOC.

Bersyukur menurut pria bertubuh kecil ini, si pemesan mau membatalkan pesanannya, sehingga performanya tidak berkurang.

“Sama-sama menghargai, yakin saja, rezeki ada di mana-mana,” katanya.

Kepada driver taksi pangkalan SOC juga mohon agar tidak menggunakan kekerasan, kepada driver taksi online.

“Tegur saja baik-baik, jangan maki-maki macam preman, apalagi sampai ngerusakin mobil, kami juga cari makan,” tutupnya.(kmg/bosanto)