Anggota Satpol-PP DPRD Karimun membantu anggota polisi mengangkut dokumen yang disita dari ruangan DPRD
Anggota Satpol-PP DPRD Karimun membantu anggota polisi mengangkut dokumen yang disita dari ruangan DPRD (ian)

Karimun, Lendoot.com – Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara mengatakan bahwa, penggeledahan yang dilakukan di kantor DPRD Kabupaten Karimun terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) tahun 2016.

“Kita lakukan penggeledahan ini terkait dengan kegiatan penyidikan kita, yaitu dugaan tindakan pidana korupsi berupa kegiatan SPPD yang tidak terbayarkan pada pelaksana kegiatan di tahun 2016,” kata Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara.

Dari penggeledahan yang dilakukan, Lulik mengatakan sudah menyita 8 jenis dokumen terkait dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas di lingkungan DPRD Karimun tahun 2016. Salah satu dokumen yang disita diantaranya buku kas umum terkait dengan surat pertanggungjawaban (SPJ) perjalanan dinas anggota dewan tahun 2016.

Kasat Reskrim Polres Karimun (kemeja putih) bersama anggotanya membawa dokumen yang disita dari ruangan DPRD Karimun
Kasat Reskrim Polres Karimun (kemeja putih) bersama anggotanya membawa dokumen yang disita dari ruangan DPRD Karimun (ian)

Lulik menyebut, terdapat dua kemungkinan pada dugaan tindak pidana korupsi SPPD. Dugaan pertama yaitu kegiatan yang dibuat tapi tidak dibayarkan, kemungkinan kedua yakni, tidak ikut kegiatan namun dibuat fiktif.

Sementara itu, sebelum polisi melakukan penggeledahan kantor DPRD Karimun, Lulik menyampaikan pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada 13 orang saksi. Seluruh saksi yang diperiksa terdiri dari anggota dewan dan bagian Sekretariat.

“Kita sudah periksa 13 orang saksi. Yang diperiksa ada dari anggota dewan dan bagian sekretariat,” ucap Lulik.

Terkait penetapan tersangka, Lulik menuturkan pihaknya sudah mengantongi nama-nama yang akan ditetapkan sebagai tersangka. Namun Lulik enggan membeberkan nama-nama tersangka dengan alasan masih akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap barang bukti yang dikumpulkan saat penggeledahan tersebut.

“Nama-nama tersangkanya sudah kita kantongi, nanti akan kita infokan lebih lanjut,” ujar Lulik. (ian)