Ilustrasi hak berjilbab. (ist/net)
Ilustrasi hak berjilbab. (ist/net)

Karimun, Lendoot.com – Pengguna media sosial (medsos) facebook atas akun Abdul Rachman tentang adanya dugaan larangan hotel dan perusahaan di Karimun yang melarang karyawatinya mengenakan jilbab, membuat media sosial geger.

Berikut ini postingan akun FB Abdul Rachman yang membuat penghuni dunia maya facebook di Karimun heboh. SANGAT DISAYANGKAN KALAU ADA HOTEL DAN PERUSAHAN DI KARIMUN LARANG KARYAWATI PAKAI JILBAB, SANGAT DILEMA BAGI ANAK ANAK KITA, DISNAKER TOLONG USUT”.

Postingan tersebut langsung mendapat sambutan pengguna FB lainnya. Ada yang menanyakan hotel dan perusahaan yang melarangnya, ada yang menyayangkan jika benar adanya. Dan beberapa lainnya memberikan masukan dan ada juga bantahan.

Mengenai bukti kejadian tersebut, Rachman juga menulis dalam kolom komentarnya; Hal ini sudah terjadi lama. Pertama: seorang karyawati pada sebuah perusahan properties, yang cukup saya kenal, selama ini berjilbab. Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengannya, karena cukup kenal saya bertanya “Mana jilbab dek? … Jawabnya ada peraturan baru dari bos bang, tak boleh pakai jilbab.

“KEDUA.. Anak teman saya melamar di sebuah hotel cukup terkenal di Karimun, dia diterima tapi harus mlepas jilbab, karena butuhkan kerja dengan berat hati dia melepaskan jilbab,…. Saya tidak perlu menuliskan hotel mana tapi paling tidak dengan tulisan ini dinas tenaga kerja harus membuat surat edaran khusus untuk semua hotel dan perusahan, untuk tidak melarang anak-anak kita pakai jilbab waktu kerja,” tulis Rachman.

Sontak pernyataan Rachman tersebut menuai komentar banyak pengguna akun FB lainnya. Ada yang mengucapkan kata salut dan agar pihak terkait menindaklanjutinya. Ada yang meminta agar wanita muslimah tidak menanggalkan jilbab hanya demi lembaran rupiah.

Ada juga pengguna akun FB lainnya memberitahukan beberapa perusahaan dan hotel di Kecamatan Karimun Kabupaten Karimun yang tidak membenarkan atau mlarang karyawatinya memakai jilbab. (*)