Lahan bekas tambang granit di Karimun. Foto diambil beberapa waktu lalu. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Sektor pertambangan masih menjadi sektor terbesar penyumbang PAD (pendapatan asli daerah) Kabupaten Karimun.

Berdasarkan data Dinas Pendapatan Daerah Karimun, pendapatan pajak daerah dari Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan pada 2016 masih mendominasi, yakni sekitar Rp 280 Miliyar atau sekitar 87,33 persen dari total realisasi PAD.

Dari jumlah Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan tersebut sekitar 97,64 persennya. Ini berasal dari pajak tambang granit. Sisanya berasal dari pasir darat sebesar 1,92 persen dan 0,44 dari pajak tanah timbunan.

“Sumbangan terbesar dari Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, dari granit. Sisanya pasir darat dan pajak tanah timbun,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Karimun, Kamarullazi melalui Kepala Bidang Pajak Daerah, Raden Ricky, kemarin.

Semenara untuk pendapatan dari tambang timah, Pemkab Karimun mendapatkan dari pemerintah pusat. “Jadi untuk timah, kita hanya menerima royalti dari pusat,” kata Kabid Perencanaan Badan Pendapatan Daerah, Hidayatullah menambahkan.

Untuk meningkatkan pendapatan, Pemprov Kepri dikabarkan sudah mengajukan kenaikan harga ke pemerintah pusat. Hanya saja sampai saat ini masih belum menemui titik terang.

“Jadi pada rapat kemarin masih belum ada titik temu,” kata Ricky.

Sebelumnya rapat yang dilaksanakan di Pemprov Kepri tersebut, diantaranya pembahasan mengenai keluhan dari enam perusahaan tambang granit yang ada di Karimun. Selain itu kenaikan juga harus berdasarkan rumusan yang diatur oleh perundang-undangan.

Apabila kenaikan tersebut dapat terealisasi maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karimun akan meningkat. Pasalnya, dibandingkan jenis penerimaan lain, sektor tambang masih merupakan pemasukan utama bagi PAD Karimun.

“Sebanyak 20 persen dari penjualan (granit) akan masuk ke pendapatan Kabupaten,” kata Richky. (ian)