Natuna – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius berbagai pihak di Kabupaten Natuna.
Hal ini disampaikan Kasubsipenmas Humas Polres Natuna, David Arviad, saat menjadi narasumber dalam podcast KPI STAI Natuna, Sabtu (2/4/2026).
Dalam keterangannya, David menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja.
Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan seluruh stakeholder untuk mengatasi persoalan tersebut secara menyeluruh.Ia menyebut, unsur yang terlibat meliputi pemerintah daerah, TNI, dinas pemadam kebakaran, BPBD, hingga BNPB.
David menjelaskan, saat ini upaya penanganan lebih difokuskan pada langkah pencegahan di lapangan.Satgas Karhutla bersama masyarakat aktif melakukan pemantauan dan penanganan dini guna mencegah meluasnya kebakaran.
Ia menilai, sinergi yang terbangun sejauh ini cukup efektif dalam mengendalikan karhutla di wilayah Natuna.Menurutnya, potensi karhutla merupakan agenda tahunan, terutama saat musim kemarau melanda.
Kondisi geografis serta keberadaan lahan yang mudah terbakar turut menjadi faktor pemicu kebakaran.
Dampak karhutla dinilai cukup luas, mulai dari gangguan kesehatan, kerugian ekonomi, hingga risiko kebakaran yang merembet ke permukiman warga.
Terkait penegakan hukum, pihaknya masih mengedepankan langkah preventif dan pendekatan humanis, namun tidak menutup kemungkinan tindakan tegas jika pelanggaran terus terjadi. (Rap)

