Persidangan Praperadilan yang dijalani oleh Muhammad Arsyad di Pengadilan Negeri Karimun sore kemarin
Persidangan Praperadilan yang dijalani oleh Muhammad Arsyad di Pengadilan Negeri Karimun sore kemarin

Karimun, Lendoot.com – Dianggap tidak masuk dalam pokok perkara, permohonan praperadilan Muhammad Arsyad, ABK SB Pro Ekspress 03 yang ditegah patroli Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepri mengangkut ribuan ponsel ilegal pada 29 Agustus 2017 lalu ditolak Pengadilan Negeri Karimun.

Hal itu diketahui setelah sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Karimun pada Senin (4/12/2017) sore yang dipimpin hakim tunggal Yudi Rozadinata.

“Permohonannya ditolak. Karena yang dimohon yang sudah masuk ke perkara pokok. Keterlibatan pemohon sudah dalam pokok perkara. Sementara materi praperadilan yang dimohonkan bukan masuk materi pokok bukan termasuk praperadilan,” kata Yudi saat diwawancarai usai sidang.

Menurutnya, keputusan pertimbangan yang diambil diantaranya, karena dari hasil penangkapan, penyelidikan dan penyidikan pihak Kanwil DJBC Khusus Kepri, Muhammad Arsyad ikut tertangkap tangan. Permohonan yang diajukan Muhammad Arsyad telah masuk ke dalam pokok perkara.

Sidang putusan dihadiri oleh Uragil Sakti selaku kuasa hukum pemohon Muhammad Arsyad. Sementara kuasa hukum Kanwil DJBC selaku termohon tidak hadir dalam persidangan.

Sementara itu Uragil Sakti, mengatakan bahwa Ia menerima putusan pengadilan yang menolak permohonan praperadilan yang dilayangkan kliennya.

“Kita sudah berupaya secara maksimal. Kita hormati putusan pengadilan. Sekarang kita persiapkan saja untuk perkara pokoknya,” ucapnya. (ian)