Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin
Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin (ian)

Karimun, Lendoot.com –  Kasus tewasnya seorang Satpam Masjid Agung Karimun bernama Safari yang ditusuk pelaku pecuri Infaq Masjid beberapa bulan lalu sampai saat ini belum menemukan titik terang.

Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin mengatakan, hingga saat ini tim yang telah dibentuk untuk mengungkap kasus ini belum dapat menemukan petunjuk atau bukti pendukung yang membantu dalam proses penyelidikan.

“Sudah mau dua bulan sejak kejadian penusukan itu, namun sampai hari ini buntu, anggota bahkan sudah sampai mengulang dan kembali lagi ke TKP untuk mempelajari pelarian pelaku, sampai kita rapat lagi, ulangi lagi tapi belum juga ada perkembangan,” kata Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin, Kamis (20/7/2017).

Menurut Agus, minimnya alat bukti dan sanksi serta CCTv di TKP membuat pengungkapan kasus ini sulit untuk diungkap. Namun meski begitu Ia meyebut bahwa pihaknya tidak akan menyerah begitu saja dan tetap berusaha untuk mengungkap kasus tersebut tanpa ada batas waktu yang ditentukan.

“Memang minimnya alat bukti di TKP menjadi kendala kita dilapangan untuk mengungkap kasus ini,” ucap Agus.

Diberitakan sebelumnya, seorang satpam di Masjid Agung Karimun tewas ditusuk ditusuk kawanan pencuri saat sedang menjalankan tugasnya berjaga di Masjid Agung Karimun sekira pukul 02.00 WIB, Minggu (4/6/2017) lalu.

Pencuri tersebut nekat menghabisi nyawa Satpam Masjid Agung dengan menusukkan benda tajam keperutnya lantaran aksinya saat ingin mencuri kotak Infaq yang ada didalam Masjid Agung Karimun diketahui oleh Safari Satpam yang telah lama mengabdi di Masjid tersebut. (ian)