Kapal Roro sedang bersandar di Pelabuhan Roro Karimun., beberapa waktu lalu. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Pemerintah Daerah terus melakukan upaya pemutusan mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Karimun.

Kini, Pemerintah Daerah melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun melakukan pembatasan terhadap pelayaran kapal roll on roll off (Roro) di Pelabuhan Parit Rampak, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.

Pembatasan tersebut dilakukan terhadap angkutan penumpang dari Tanjungpinang dan Batam. Kapal Roro saat ini tidak diizinkan mengangkut penumpang orang, melainkan hanya diizinkan melakukan pengangkutan barang saja.

Hal itu disampaikan Bupati Karimun Aunur Rafiq saat penyerahan bantuan berupa 33 ribu paket bahan pokok di Gedung Nasional Karimun, beberapa waktu lalu. Menurutnya, kebijakan itu mulai diberlakukan pada 30 April lalu.

“Saya sudah minta kepada ASDP agar Roro dari Batam dan Tanjungpinang meniadakan membawa penumpang. Tapi hanya untuk membawa barang saja,” kata Rafiq, Sabtu (2/5/2020).

Ia mengatakan, untuk penumpang saat ini hanya difokuskan di pelabuhan domestik dan internasional. Sehingga, pengawasan dapat dilakukan lebih efektif nantinya.

“Orang atau penumpang di Taman Bunga (sebutan lain pelabuhan Tanjungbalai Karimun) saja,” ujarnya.

Sekda Kabupaten Karimun, Muhammad Firmansyah yang diwawancarai mengatakan langkah tersebut diambil untuk meningkatkan pemantauan.

“Agar bisa lebih dipantau. Kemarin Roro masuk jam 12 malam. Kita pernah evaluasi ternyata penumpang Roro cukup ramai,” kata Fitmansyah yang juga bertindak sebagai Ketua Tim Gugus Percepatan Penanggulangan Covid-19.

Menurutnya, pembatasan itu hanya diberlakukan untuk kapal Roro yang datang dari daerah zona merah. Sementara untuk penyebrangan antar pulau, saat ini masih normal seperti biasa.

“Kalau ke Selat Beliah (pelabuhan roro di Pulau Kundur) masih dalam Karimun,” ujarnya. (rk)