Press rilis atas tegahan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), Rabu (9/1/2019) siang.
Press rilis atas tegahan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), Rabu (9/1/2019) siang.

Karimun, Lendoot.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri melakukan penegahan terhadap LCT Hansen Samudera I yang memuat 1.303 karton minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) di perairan Hoursburgh, Singapura, Minggu (4/1/2019).

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri, Agus Yulianto mengatakan, penegahan sebanyak 1.303 minuman beralkohol yang berhasil ditegah oleh jajarannya merupakan yang terbesar dari aksi-aksi sebelumnya.

Hal ini dikatakannya pada saat pihaknya menggelar Press rilis atas tegahan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), Rabu (9/1/2019) siang.

“Ini merupakan hasil tegahan terbesar kita terhadap barang MMEA,” katanya.

Sebanyak 1.303 Karton atau 12.294 botol MMEA berbagai merk tersebut diperkirakan senilai Rp 8,5 Miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 17,8 Miliar.

Dia menjelaskan, penegahan tersebut berawal pada saat tim satuan tugas patroli BC 20006 dan BC 119 melihat kapal yang mencurigakan di perairan Singapura menuju Laut Natuna. Kemudian tim patroli mengikuti kapal tersebut hingga akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap kapal.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, pengakuan dari nahkoda itu melakukan muat barang Mikol berbagai jenis dari Singapura yang akan di bawa ke Palembang tanpa dilengkapi dokumen,” jelasnya.

Saat ini LCT Hansen Samudera I beserta muatan, satu nahkoda dan tiga ABK  diamankan di Kanwil DJBC Khusus Kepri guna pemeriksaan lebih lanjut karena diduga  terdapat unsur  pelanggaran tindak pidana kepabeanan.

Ini  sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 atas perubahanUndang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. (riandi)