Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya menggelar pres rilis yang digelar di Mapolsek Meral, Jumat (11/1/2019) siang.
Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya menggelar pres rilis yang digelar di Mapolsek Meral, Jumat (11/1/2019) siang.

Karimun, Lendoot.com – Polsek Meral membekuk dua tersangka kakak beradik IC dan DS. Keduanya diduga melakukan pencurian alat milik PT China Communication Construction Indonesia, Sabtu (5/1/2019).

Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya mengatakan, IC berhasil ditangkap saat berada di simpang tugu MTQ Coastal Area, Rabu 9 Januari 2019.

“Setelah dilakukan interogasi IC mengaku mencuri barang tersebut bersama adiknya DS,” katanya dalam pres rilis yang digelar di Mapolsek Meral, Jumat (11/1/2019) siang.

Hengky mengatakan, setelah mendapat pengakuan dari IC, kemudian Kapolsek Meral AKP Hadi Sucipto berkoordinasi dengan Kapolsek KKP AKP Fian Agung. Ini untuk melakukan pengecekan dan mengantisipasi agar DS tidak keluar dari Karimun.

“Mendapat keterangan itu, Kapolsek Meral langsung berkoordinasi dengan Kapolsek KKP untuk melakukan pengecekan dan ternyata benar didapati bahwa DS ini berencana ingin kabur,” ujarnya.

Kapolres menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari adanya laporan bahwa barang elektronik dan alat milik PT. China Communication Construction Indonesia hilang pada saat hendak digunakan.

“Pelapor ini melihat Laptopnya hilang, kemudian Ia pun menanyakan kepada rekannya dan ternyata laptop milik rekannya juga hilang. Setelah dilakukan pengecekan ternyata alat milik Kantor nya juga hilang,” jelasnya.

Orang nomor satu di Polres Karimun itu menambahkan, barang bukti yang berhasil galak oleh pelaku adalah 4 buah laptop, 1 buah Hardisk 1 tera, dompet hitam berisikan uang tunai Rp 2 juta beserta 2 kartu kredit.

Selain itu, dari kedua tersangka juga didapati 1 buah Handphone Iphone 5, 1 set perangkat satelit radio GNSS beserta antena dan tas ransel, 2 kotak security check satelit radio GNSS beserta ransel berisi kabel.

“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 871juta,” pungkasnya. (riandi)