Lingga – Sebanyak 700 personel gabungan turun tangan membenahi wajah destinasi wisata Pantai Batu Berdaun di Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Jumat (24/4/2026). Aksi gotong royong (goro) masif bertajuk “Jumat Bersih” ini diinisiasi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga sebagai langkah nyata menjaga keasrian lingkungan dan aset wisata daerah.
Kegiatan ini melibatkan sinergi tanpa sekat antara TNI-Polri, KPLP, Imigrasi, Satpol PP, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan yang berbaur langsung dengan warga setempat.
Aksi kemanusiaan dan lingkungan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya budaya gotong royong dan kerja bakti dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai fondasi kenyamanan publik.
Kepala Kejaksaan Negeri Lingga, Rully Afandi, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa agenda ini telah digagas sejak sebulan terakhir. Ia menegaskan komitmen Kejaksaan untuk tidak hanya fokus pada urusan hukum di kantor, tetapi juga hadir memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan ini, kami ingin benar-benar hadir di tengah masyarakat. Kolaborasi lintas instansi adalah kunci utama untuk membawa perubahan positif bagi daerah kita,” ujar Rully saat memimpin langsung kegiatan di bibir pantai.
Dalam aksi tersebut, Rully menyoroti kondisi pantai yang masih memerlukan perhatian serius. Masih ditemukannya sampah plastik hingga pecahan kaca menjadi ancaman bagi kenyamanan dan keselamatan pengunjung. Selain itu, ia memberikan peringatan keras terhadap aktivitas yang meresahkan di lokasi wisata.
“Jika ada hal-hal yang meresahkan seperti minuman keras di lokasi ini, saya yang akan berdiri paling depan untuk menindaknya,” tegas Kajari.
Rully juga menyentuh isu minimnya sarana prasarana, terutama ketersediaan tempat sampah di sepanjang pantai. Ia menilai kebersihan tidak bisa dijaga secara maksimal jika tidak didukung oleh fasilitas yang memadai.
Menurut Rully, aksi bersih-bersih ini bukan sekadar seremonial belaka. Ada target jangka panjang yang ingin dicapai, yakni meningkatkan daya tarik Pantai Batu Berdaun agar kunjungan wisatawan—baik lokal maupun mancanegara—terus meningkat.
“Tujuannya jelas, jika pantai bersih dan nyaman, kunjungan akan naik. Hal ini tentu akan berdampak positif pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan ekonomi masyarakat sekitar,” tuturnya.
Ke depan, kegiatan serupa rencananya akan diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Lingga, termasuk kawasan Daik. Kejaksaan membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh elemen untuk bersinergi membangun daerah.
“Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi? Mari kita jaga lingkungan mulai dari hal terkecil secara konsisten,” pungkas Rully menutup aksi goro tersebut. (wan)

