Ilustasi. Para pekerja PT SIKB dalam sebuah acara di lingkungan kerjanya beberapa waktu lalu. (dok lendoot.com)
Ilustasi. Para pekerja PT SIKB dalam sebuah acara di lingkungan kerjanya beberapa waktu lalu. (dok lendoot.com)

Karimun, Lendoot.com – Kabar mengenai pengurangan karyawan di PT Saipem Indonesia Karimun Branch (PT SIKB) yang mencapai ribuan pekerja, tak dibantah Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Karimun, Hazmi Juliansyah.

Kepada Lendoot.com, Kamis (15/6/2017), Hazmi mengakui, sejak enam bulan terakhir, sudah lebih dari 10.000 pekerja yang dikurangi di perusahaan asal Italia tersebut.

“Dari awal berdiri pekerja PT Saipem mencapai sekitar 13.000. Sekarang ini terakhir kita dapat datanya hanya 3.000. Sekitar 10 ribu pekerja sudah habis kontraknya,” kata Hazmi di kantornya, pagi tadi.

Hazmi mengatakan, pengurangan pekerja itu disebabkan proyek di PT SIKB tersebut semakin berkurang. “Saat ini informasinya hanya ada proyek jangkrik saja ya. Pengurangannya berkala, setiap bulan ada saja yang diputus kontraknya,” katanya.

Mendapat kabar banyak pengurangan pekerja di perusahaan anjungan lepas pantai tersebut, Hazmi langsung menggelar rapat dengan bupati Karimun untuk segera mencarikan solusinya.

Siang ini, Hazmi mengundang beberapa stakeholders seperti perwakilan karyawan PT SIKB, serikat pekerja dan pemerintah menggelar pertemuan tertutup di kantor Disnaker tersebut. (*)