Kadisdik Karimun, Bakri Hasyim. (ian)
Kadisdik Karimun, Bakri Hasyim. (ian)

Karimun, Lendoot.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim mengatakan sampai saat ini belum mendapat laporan tentang adanya sekolah-sekolah SMP yang melakukan pungutan sebesar Rp 300 ribu untuk biaya try uut.

“Belum ada laporan, biasanya setiap permasalahan akan disampaikan pada kita,” ujar Bakri Hasyim kepada Lendoot.com di sela-sela kehadirannya pada sosialisasi penerimaan mahasiwa baru Universitas Karimun di SMKN 1 Karimun, siang tadi.

Menurutnya, SMP di Karimun yang memungut biaya sebesar Rp 300 ribu per siswa untuk program try out tidak menjadi persoalan selama hal tersebut memiliki tujuan yang jelas.

 “Kita lihat situasi dan tujuan sekolah itu sendiri, kalau memang untuk siswa Rp 300 ribu dalam setahun, ya mungkin sudah kesepakatan orang tua. Jadi kalau guru buat program dan orang tua setuju kita lanjutkan, tapi kalau program ini tidak disetujui oleh orang tua bisa kita pending,” kata Bakri yang merupakan adik kandung Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim itu.

Ketika ditanya tentang modus membebankan biaya program try out kepada siswa SMP sebesar Rp 300 ribu sebagai dugaan pungutan liar (Pungli), Bakri belum bisa memberikan jawaban pastinya. (tim)