Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim saat diwawancarai wartawan di kantor Bupati Karimun
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim saat diwawancarai wartawan di kantor Bupati Karimun (Istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim membantah dirinya memarahi Yayasan SADO yang mengungkap puluhan pelajar SMP positif narkoba, saat itu Bakri menyebut pihaknya hanya meminta kejelasan soal data siswa SMP yang di ekspose oleh SADO.

“Saya tidak ada marah-marah kok, saat itu kita datang kesana hanya untuk meminta kejelasan saja data yang diekspose SADO mengenai jumlah siswa SMP dan sekolah mana. Jadi bahasa marah-marah itu tidak ada,” kata Bakri Hasyim saat diwawancarai Lendoot.com usai menggelar pertemuan dengan mahasiswa dari PC PMII, Rabu (20/9/2017).

Bakri menyebut bahwa data yang disebarkan oleh Yayasan SADO ke media kejelasannya masih menjadi tanda tanya, hal tersebut dikarenakan pihaknya sampai saat ini belum menerima data yang pasti SMP dan sekolah mana yang siswanya positif narkoba. Namun meski begitu Bakri juga menuturkan data tersebut memang benar.

“Kita juga masih mempertanyakan data yang disampaikan oleh SADO ke media online, karena sampai saat ini data tersebut belum kami terima. Tapi kalau pihak SADO sudah sampai berani ekspose tentunya mereka sudah memiliki data yang akurat,” ucap Bakri.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil dari tes urine menurut pernyataan Pembina Yayasan SADO, Linda Tereshia saat didatangi IWO Karimun, dari 110 pelajar SMP yang telah dirujuk dari pihak sekolahnya, setelah di cek urine sejak bulan Januari sampai Agustus 2017 ini, ditemukan 50% positif terindikasi narkoba.

Dari 50% itu 20% nya menggunakan sabu, 30% lagi narkoba jenis lainnya. Dari total keseluruhannya, ada sebagian yang telah mengikuti program rehabilitas (rawat jalan) di Yayasan SADO. (ian)