Tower di Teluk Air ini disinyalir tidak memiliki IMB. Warga setempat khawatir bangunan tower ini tumbang dan mencederai warga. (istimewa)
Tower di Teluk Air ini disinyalir tidak memiliki IMB. Warga setempat khawatir bangunan tower ini tumbang dan mencederai warga. (istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Belasan tower milik perusahaan seluler di Kabupaten Karimun dsinyalir tak memiliki izin. Tower-tower yang usia berdirinya sudah ada yang mencapai lebih 20 tahun tersebut, disebut tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB), yang sanksinya berbentuk pembongkaran.

“Memang benar ada puluhan tower yang tidak mengantongi izin IMB ini, tapi sebagian sudah ada yang mengurusnya. Angka pastinya untuk di Kabupaten Karimun saya harus buka datanya dulu,” jawab Sularno, Kepala Dinas Penanaman Modal-Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kabupaten Karimun kepada Lendoot.com, Senin (24/9/2018).

Tower dimaksud yang disinyalir tidak berizin di antaranya; Telkomsel, Indosat, XL dan beberapa tower telepon seluler lainnya yang ada di Kabupaten Karimun. Ketika tidak memiliki izin IMB, kata Sularno, maka secara teknis akan berdampak pada kekohonan bangunan tower sehingga berdampak kekhawatiran keamanan bagi masyarakat setempat.

Ini terjadi pada satu tower milik salah satu perusahaan telepon selular ternama yang berdiri di Bukit Senang, tepatnya di dekat pemakaman umum Bukit Senang Tanjungbalai Karimun.

Belum lama ini, besi tower tersebut terjatuh dan berpotensi membahayakan masyarakat sekitar. Ada juga tower di Teluk Air  yang tidak dilengkapi penerangan sehingga bisa berpotensi mengganggu lalulintas penerbangan.

Dari pantauan Lendoot.com, ada beberapa tower yang berdiri di atas hotel dan di atas rumah warga. Mengenai hal ini, sebatas secara teknis tidak membahayakan maka masih diperkenankan.

“Ada juga tower yang menempel di bangunan rumah warga, secara teknis jika tidak membahayakan, boleh,” jelas Sularno.

Sementara, pemerintah daerah tidak dapat menindak pemilik tower karena tim penindakan masih melakukan kajian dan penelusuran. “Kita ada tim untuk menertibkan ini. Ada dari Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, dan PTSP juga. Secepatnya kita bekerja,” kata Sularno.

Berdasarkan Perda nomor 2 tahun 2017 tentang bangunan dan gedung, syarakat pendirian tower seluler juga harus memiliki IMB. Untuk itu, Sularno mengimbau agar perusahaan telepon seluler secepatnya melakukan pengurusan IMB tersebut.

“Jika dengan surat peringatahan satu, dua dan tiga tidak diindahkan, memang sanksinya pembongkaran,” tegas Sularno. (muhdsarih)