Rachmadi, Kadinkes Karimun. (istimewa)
Rachmadi, Kadinkes Karimun. (istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi mengatakan bahwa tahun ini jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Karimun menurun drastis jika dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 400an kasus.

“Alhamdulillah kasus DBD di Karimun tiga tahun terakhir ini menurun drastis, hingga pertengahan Juli tahun 2017 ini tercatat kasus DBD sebanyak 31 yang ditemukan. Satu pasien diantaranya diketahui meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi, Jumat (14/7/2017) kemarin.

Sementara berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, pada tahun 2014 ditemukan sebanyak 309 kasus, delapan penderitanya meninggal dunia. Pada tahun 2015 kasus DBD di Karimun sebanyak 386, yang tujuh penderitanya meninggal dunia. Sedangkan di tahun 2016 kasus DBD kembali meningkat, yakni sebanyak 424, yang mana enam penderitanya meninggal dunia.

Rachmadi menyebut, kasus DBD yang paling banyak ditemukan adalah di pulau Karimun, pulau Kundur dan Moro. Untuk itu perlu dilakukan pengomtimalan dalam mencegah DBD. Hal tersebut dapat dilakukan dengan kerjasama Dinkes dan siswa sebagai pemonitor jentik nyamuk.

“Kita harapkan setiap siswa dapat memantau jentik di rumah dan tetangganya. Selain memantau tujuan program ini adalah untuk edukasi anak tersebut agar mengenal dan tau DBD,” ucap Rachmadi.

Rachmadi menjelaskan, pada program ini para siswa akan dibina oleh guru Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang sebelumnya telah diberi pelatihan khusus. Dengan semakin banyaknya siswa yang terlibat maka diharapkan semakin banyak daerah yang dapat terpantau.

“Tercatat sejak program ini aktif pada Maret lalu, sebanyak 60 siswa SD di Kabupaten Karimun yang menjadi pemonitor. Kita harapkan ini dapat mengurangi kasus DBD,” jelasnya. (ian)