Kacabjari Tanjungbatu, Aji Satrio Prakoso (dua dari kanan foto) saat meninjau PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjungbatu
Kacabjari Tanjungbatu, Aji Satrio Prakoso (dua dari kanan foto) saat meninjau PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjungbatu (Istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Karimun cabang Tanjungbatu tengah dalam penyelidikan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Karimun Cabang Tanjungbatu. Penyidik Cabjari Tanjungbatu melihat adanya dugaan mark up dalam laporan anggarannya.

Mencuatnya kasus tersebut berawal dari masyarakat Tanjungbatu yang mengeluhkan macetnya pendistribusian air minum yang disuplai PDAM ke rumah pelanggan.

Dalam satu hari, suplai air hanya ke rumah pelanggan hanya sekitar 3-5 jam. Kalaupun mengalir, kadang air berwarna keruh. Masyarakat awalnya telah melaporkan kejadian itu ke PDAM, namun keluhan masyarakat seolah tak ditanggapi.

Masyarakat kemudian melaporkan persoalan itu ke Cabjari Tanjungbatu. Begitu menerima laporan masyarakat, penyidik Cabjari Tanjungbatu melakukan pengumpulan bahan dan keterangan.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Tanjungbatu, Aji Satrio Prakoso ketika dikonfirmasi membenarkan kasus tersebut. Menurut dia, penyidik Cabjari Tanjungbatu telah meminta keterangan terhadap 28 orang terkait persoalan itu, mulai dari masyarakat, Badan Pengawas, pejabat PDAM Tirta Karimun dan Kepala Cabang PDAM Tirta Karimun Tanjungbatu.

“Memang benar, kami menerima laporan dari masyarakat soal pendistribusian air dari PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjungbatu ke rumah mereka yang sering macet. Menurut keterangan warga, dalam sehari kadang air hanya mengalir selama 3 sampai 5 jam. Setelah itu air tak mengalir lagi,” kata Aji Satrio Prakoso, Jumat (2/11/2018).

Dijelaskan Aji, keluhan yang dialami pelanggan itu sudah berlangsung sejak Mei 2016 hingga Desember 2017 atau setelah PDAM Tirta Karimun berdiri sendiri dan memisahkan diri dari Perusda.

Dari pengumpulan bahan dan keterangan yang dikumpulkan penyidik Cabjari Tanjungbatu. Ternyata anggaran yang dihabiskan untuk penggunaan bahan bakar operasional PDAM Tirta Karimun tidak sesuai dengan lamanya pendistribusian air yang disuplai ke rumah pelanggan.

Adapun modus yang dilakukan oleh oknum PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjungbatu dalam melakukan dugaan tindak pidana korupsi tersebut adalah dengan melakukan pelaporan penggunaan bahan bakar solar untuk mesin produksi tidak sesuai dengan fakta penggunaan yang sebenarnya. (Parulian Turnip)