Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Kabel JTM Tersambar Petir, PLN Karimun Padamkan Listrik Lebih 6 Jam

Petugas sedang melakukan perbaikan JTM PLN ULP Tanjungbalai Karimun, pagi tadi. (ft dok lendoot)

Petugas sedang melakukan perbaikan JTM PLN ULP Tanjungbalai Karimun, pagi tadi. (ft dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Petir yang menyambar Pulau Karimun, Senin (13/5/2024) malam, membuat listrik pelanggan PLN ULP Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepri padam total.

Setelah melakukan investigasi, PLN ULP Tanjungbalai Karimun mengatakan penyebab terjadinya pemadaman listrik menyeluruh (blackout) hingga, Selasa (14/5/2024) pukul 04.35 WIB, di sejumlah tempat lainnya.

Penyebabnya, putusnya kabel Jaringan Tegangan Menengah (JTM) pada kontruksi TM5 yang berlokasi di daerah Ranggam, Kecamatan Tebing.

Putusnya kabel tersebut menyebabkan beban berlebih pada penyulang. Beban ini tidak tertampung oleh penyulang lain, sehingga sistem proteksi di masing-masing penyulang bekerja meng-off kan penyulang.

“Awal kejadian karena adanya hujan dan petir kuat di lokasi. Petir menyambar TM5 dan kabel putus,” ungkap Manager ULP PLN Tanjung Balai Karimun Marwan Sholeh.

Sebelum listrik padam, terdengar beberapa kali petir menggelegar yang langsung saat itu juga terjadi pemadaman secara total, atau bisa disebut blackout.

Hujan deras yang menguyur setelahnya membuat petugas PLN kesulitan menjalankan penanganan padamnya listrik tersebut

“Setelah melakukan upaya penormalan akhirnya di pukul 03.00 WIB pagi semua pelanggan berhasil dipulihkan kembali atau menyala,” jelas Marwan Sholeh.

Disampaikannya, sistem kelistrikan di Tanjung Balai Karimun mengalami blackout pada, Senin 13 Maret 2024 sekitar pukul 21.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB, Selasa (14/5/2024).

Meski telah timnya sudah bergerak cepat dan fokus, penormalan kembali dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan daya dari pembangkit di PLTD Bukit Carok dan PLTU.

“Pada saat kejadian semua pembangkit ikut lepas sinkron dari sistem (padam). Proses star tercepat dilakukan oleh PLTD Bukit Carok.”

“Kurang lebih satu jam pascaditemuinya penyebab padam 2/3 pelanggan berangsur dinyalakan.”

“Sisanya 1/3 pelanggan masih menunggu daya yang dihasilkan PLTU, mengingat proses PLTU ini lebih lambat karena harus memulai pembakaran dari awal hingga menghasilkan uap bertekanan untuk memutar turbin dan generator,” papar Marwan. (yud)

Exit mobile version